Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Anggarkan Rp 1,2 Miliar untuk Pemasangan Batu Bolder di Tiga Lokasi Rawan Abrasi

Sanchia Vaneka • Selasa, 10 Februari 2026 | 14:36 WIB

 

Pemasangan batu bolder di pesisir Loang Baloq
Pemasangan batu bolder di pesisir Loang Baloq
 

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak cepat merespons ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan di sepanjang pesisir ibu kota.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), anggaran sebesar Rp 1,2 miliar resmi dialokasikan untuk pemasangan batu bolder sebagai pemecah gelombang (breakwater) di tiga titik rawan abrasi.

“Upaya kita ini sebagai pemecah gelombang dan sebagai breakwater. Karena dana kita terbatas, jadi kita melihat mana yang dampaknya paling parah terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning. 

Langkah taktis ini diambil menyusul meningkatnya intensitas gelombang pasang yang mulai mengancam keberadaan infrastruktur publik dan aset pariwisata daerah.

Tiga lokasi yang menjadi fokus utama adalah Pondok Perasi (Bintaro), Loang Baloq, dan Mapak.

 Baca Juga: Ombak Ganas Mulai Diredam, Batu Bolder Dipasang di Pesisir Kampung Bugis

Pembagian anggaran dilakukan secara proporsional. Masing-masing titik mendapatkan alokasi sebesar Rp 400 juta.

Menurutnya, penentuan lokasi didasarkan pada skala prioritas dan tingkat kerusakan di lapangan.

Lale menyebut kawasan Loang Baloq menjadi atensi utama. Di lokasi tersebut, pengikisan daratan oleh air laut sudah mencapai batas yang mengkhawatirkan. 

“Loang Baloq ini kalau kita lihat sudah sampai di bibir kolam retensi kita. Ini agak mengkhawatirkan, jadi pengerjaannya kita percepat,” tegasnya.

Secara teknis, pemasangan batu berukuran besar ini diproyeksikan mencakup panjang sekitar 25 hingga 30 meter per titik.

Namun, Lale menjelaskan volume material dan panjang bentangan bersifat relatif, sangat bergantung pada topografi dan kedalaman air di masing-masing lokasi.

“Tergantung ketinggian dari permukaan. Kalau pantainya curam, maka panjang meterannya kita kurangi karena volume batu ke bawah lebih banyak. Tapi kalau landai seperti di Loang Baloq, bentangannya bisa kita perpanjang,” jelasnya.

Baca Juga: Eks AC Milan Sandro Tonali Masuk Radar Manchester United

Meskipun ditargetkan rampung dalam satu minggu, ia mengakui tantangan utama tetap pada faktor alam.

Cuaca ekstrem dan kelancaran suplai batu dari lokasi kuari menjadi variabel penentu kecepatan proyek di lapangan.

Apalagi, puncak gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga momentum Imlek mendatang.

Senada dengan itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram juga mendorong percepatan pengamanan pesisir ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Cahya Samudera, menegaskan koordinasi lintas OPD terus dilakukan guna memastikan kawasan wisata tetap aman bagi pengunjung dan pelaku usaha.  

“Kawasan Loang Baloq memang terdampak sekali. Dengan adanya batu bolder, ombak tidak langsung menarik pasir sehingga abrasi bisa ditekan,” katanya. 

 

Editor : Kimda Farida
#Loang Baloq #Mataram #batu bolder pantai #Abrasi #banjir rob