Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kecanduan Game Anak Mengkhawatirkan, DP3A Mataram Dukung Pemblokiran

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 1 April 2026 | 10:52 WIB
Kepala Dinas DP3A Kota Mataram Zuhhad
Kepala Dinas DP3A Kota Mataram Zuhhad

 

LombokPost – Rencana pemerintah membatasi hingga memblokir akses situs video game dan platform digital bagi anak-anak mendapat dukungan di daerah. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram menilai langkah itu penting, menekan dampak negatif penggunaan ponsel yang kian tak terkendali.

“Ini sudah jadi keresahan semua orang tua. Anak-anak sekarang terlalu mudah mengakses game dan situs yang tidak produktif,” ungkap Kepala DP3A Kota Mataram Zuhad, Selasa (31/3).

Menurutnya, penggunaan HP tanpa kontrol telah memicu berbagai persoalan serius. Mulai dari turunnya konsentrasi belajar, kurang istirahat, hingga pola makan yang terganggu karena anak terlalu lama bermain game.

“Kadang mereka bisa berjam-jam main, tapi untuk belajar tidak seperti itu. Ini yang jadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

DP3A menegaskan, langkah pembatasan hingga pemblokiran platform digital harus diikuti dengan penguatan kontrol dari lingkungan terdekat anak. Baik orang tua, guru di sekolah, hingga tokoh agama dan masyarakat.

Zuhad juga menyoroti ancaman lain yang dinilai lebih berbahaya. Akses terhadap konten pornografi yang masih sulit dikendalikan di ruang digital.

“Kami sangat khawatir soal itu. Situs-situs seperti ini masih mudah diakses anak-anak,” tegasnya.

Terkait rencana pemblokiran yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, DP3A Kota Mataram menyatakan dukungan penuh. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya melindungi anak dari kecanduan digital dan pengaruh negatif teknologi.

“Selama itu program pemerintah, kami sangat mendukung,” katanya.

Namun, di tingkat daerah, DP3A menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan pemblokiran. Peran yang bisa dilakukan lebih pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami akan fokus pada sosialisasi ke sekolah, masyarakat, termasuk lewat pengajian-pengajian agar anak-anak tidak lepas kontrol,” tandasnya. (zad/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Game #kecanduan #Anak #pemblokiran