Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Labkesda Jadi Mesin PAD Baru, Dinkes Mataram Tancap Gas Usai Berstatus BLUD

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 8 April 2026 | 07:20 WIB
PENGAMBILAN SAMPEL: Petugas Labkesda Kota Mataram melakukan pengambilan sampel lingkungan untuk memastikan kualitas air dan sanitasi tetap sesuai standar kesehatan.
PENGAMBILAN SAMPEL: Petugas Labkesda Kota Mataram melakukan pengambilan sampel lingkungan untuk memastikan kualitas air dan sanitasi tetap sesuai standar kesehatan.

 

LombokPost — Status baru sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mulai menunjukkan dampak nyata bagi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mataram. Dalam triwulan pertama 2026, kinerja lembaga ini langsung melesat, dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nyaris menyentuh target tahunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan, mengungkapkan Labkesda kini menjadi BLUD ke-12 di lingkungan Dinas Kesehatan, sekaligus menunjukkan tren peningkatan kinerja yang signifikan sejak awal tahun.

“Triwulan pertama ini sudah mencapai sekitar 92 persen dari target PAD sebesar Rp 200 juta,” ujarnya, Selasa (7/4). 

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat transformasi kelembagaan yang dilakukan pada akhir 2025 mulai berbuah hasil. Status BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan layanan.

“Di samping itu, membuka ruang inovasi dalam pengembangan usaha layanan kesehatan,” paparnya. 

Melihat tren positif tersebut, Emirlad bahkan berencana menaikkan target PAD secara agresif dalam APBD Perubahan 2026. “Nanti kita tingkatkan targetnya menjadi Rp 400 juta, naik 100 persen,” tegas Emirald.

Kenaikan target ini tidak lepas dari strategi ekspansi layanan yang kini mulai digarap Labkesda. Sejak awal 2026, lembaga ini tidak hanya fokus pada layanan internal, tetapi juga memperluas jangkauan ke sektor masyarakat dan swasta.

Salah satu langkah strategis yakni menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui program Prolanis, yang menyasar kelompok lanjut usia dengan layanan pemeriksaan kesehatan rutin.

Di sisi lain, Labkesda juga mulai masuk ke sektor pengujian lingkungan dan keamanan pangan. Layanan pemeriksaan sampel air, makanan, hingga limbah kini ditawarkan kepada pelaku usaha seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Langkah Strategis APPOI NTB di Jakarta: Dongkrak Kualitas Pendidik Olahraga ke Level Nasional


“Labkesda kami dorong untuk mengawal keamanan dan kesehatan di Kota Mataram, termasuk dari sektor swasta,” katanya.

Peran ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Mataram, yang menuntut standar kesehatan dan keamanan pangan yang lebih ketat.

Dengan model BLUD, Labkesda berfungsi sebagai unit layanan kesehatan. Berikutnya mulai bertransformasi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang potensial.

Ke depan, Dinas Kesehatan menargetkan Labkesda dapat menjadi garda terdepan dalam sistem pengawasan kesehatan lingkungan. Sekaligus menopang kemandirian fiskal daerah dari sektor layanan kesehatan.

“Ini bukan hanya soal PAD, tapi bagaimana kita memastikan standar kesehatan masyarakat tetap terjaga,” pungkas dr. Emirald. (zad/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#PAD #Dikes Mataram #BLUD Kesehatan