Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kopi Sembalun Rasa Dunia! Rahasia Acibara Coffee Mataram Berani "Adu Rasa" dengan Biji Kolombia

Sanchia Vaneka • Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB
KONTEN SOSMED: Potret kopi inaq dengan brownies ala Acibara Coffee, beberapa waktu lalu.
KONTEN SOSMED: Potret kopi inaq dengan brownies ala Acibara Coffee, beberapa waktu lalu.

 Menikmati kopi di Acibara Coffee adalah sensasi nikmat menyesap kafein. Perjalanan rasa dari hulu ke hilir yang lahir langsung dari tanah Sembalun. 

 

---

 

AROMA sangrai kopi yang pekat langsung menyambut siapa saja yang melangkah masuk ke Acibara Coffee Mataram. Di tengah hiruk-pikuk kota, kedai ini seolah menjadi tempat bagi mereka yang mencari ketenangan sekaligus kualitas rasa yang jujur.

 

Cahaya lampu yang temaram namun hangat, dipadukan dengan desain interior yang modern estetik, membuat siapapun betah berlama-lama. Daya tarik utama Acibara bukanlah sekadar estetika ruangannya yang estetik.

 

Kartu As yang mereka pegang berada pada kopi yang diseruput pelanggan. Tak banyak kedai kopi di NTB, yang berani bermain di sektor hulu, namun Acibara mengambil langkah dengan menanam, merawat, dan memanen biji kopinya sendiri dari kaki Gunung Rinjani. 

 

Baca Juga: Satpol PP NTB Tekankan Penggunaan SIPD dalam Pra Musrenbang Trantibumlinmas 2026

Sang pemilik, Ibnu Sofyan memahami betul rahasia secangkir kopi yang sempurna bermula dari tanah tempat pohonnya tumbuh. Itulah mengapa Acibara mengelola kebun mandiri di kawasan Sembalun, Lombok Timur. 

 

Di sana, varietas Arabica dirawat dengan ketelitian tinggi, memanfaatkan udara pegunungan yang sejuk untuk menghasilkan profil rasa yang unik. “Kekuatan utama kami adalah kontrol kualitas sejak masa tanam. Kami memastikan stok Arabica Sembalun kami mencukupi dan memiliki flavor yang konsisten karena ditangani sendiri,” kata Ibnu, kemarin (14/4). 

 

Tak hanya Arabica, Acibara juga melakukan inovasi pada varietas Robusta. Melalui teknik long fermentation atau fermentasi panjang, mereka berhasil mengubah stigma Robusta yang biasanya dianggap monoton menjadi kopi dengan karakter rasa yang dalam dan kuat. 

 

Inilah yang menjadi signature lokal yang tak ditemukan di tempat lain. Kualitas biji kopi yang mumpuni tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam deretan menu yang menggoda. 

 

Kepercayaan diri Acibara terhadap produk lokalnya tidak main-main. Untuk memberikan edukasi kepada para penikmat kopi di Mataram, Ibnu bahkan menghadirkan biji kopi impor premium, Colombia Geisha, Biji kopi yang dibanderol di kisaran Rp 185 ribu hingga Rp 300 ribu per 100 gram ini disandingkan dengan hasil kebun Sembalun mereka.

 

Baca Juga: Tegakkan Perda, Satpol PP NTB Tertibkan Bus Wisata Tanpa Guide Lokal di Meninting


Strategi adu rasa ini bertujuan agar pelanggan bisa membandingkan secara langsung kualitas kopi lokal dengan kopi kelas dunia. Hasilnya mengejutkan banyak pelanggan yang menyadari kalau kopi hasil tanah Lombok ternyata mampu berdiri sejajar dengan varietas legendaris luar negeri.

 

Selain mempertahankan menu klasik seperti Americano Apple, Acibara juga lincah menangkap tren global. Mereka membawa menu-menu hype dari Jakarta dan mancanegara seperti Dirty Magic dan Montblanc ke Mataram. 

 

Hal ini memungkinkan warga lokal mencicipi tren kopi dunia tanpa harus terbang jauh ke ibu kota. Menurut Ibnu, kopi bukan sekadar komoditas tapi juga sebuah local pride.

 

Di salah satu meja yang nyaman, tampak Milenia (26), seorang pelanggan setia, sedang asyik dengan laptopnya. Baginya, Acibara telah menjadi kantor kedua sekaligus tempat pelarian yang sempurna untuk melepas penat bersama kawan.

 

“Bukan cuma kopinya yang enak atau makanannya yang pas di lidah, tapi suasananya itu sangat mendukung. Mau buat kerja oke, mau buat curhat sama teman juga nyaman banget,” kata Milenia sembari menyesap minumannya.

 

Baca Juga: Idul Fitri 2026: PLN UIW NTB Perkuat Listrik Andal untuk Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah


Saat ditanya soal menu favorit, tanpa ragu ia menunjuk pada Kopi Inaq Acibara. Menu berbasis kopi lokal ini menurutnya memiliki keseimbangan rasa yang sangat pas.

 

"Rasa Kopi Inaq itu pas banget, nggak too much. Tapi kalau lagi nggak pengen kopi, aku biasanya pesan Matcha. Sebagai pecinta Matcha, aku cukup pemilih, dan di sini rasanya benar-benar sesuai seleraku,” pujinya. (*/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#kopi arabica sembalun #Coffee shop hits di Mataram