Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Sekadar Predikat, Wali Kota Mohan Ungkap Tantangan Berat Mataram Sebagai Kota Maju

Sanchia Vaneka • Rabu, 15 April 2026 | 22:26 WIB
KOTA MAJU: Pengendara melintas di bundaran Tugu Mataram Metro.
KOTA MAJU: Pengendara melintas di bundaran Tugu Mataram Metro. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost – Kota Mataram berhasil menembus jajaran 10 besar kota maju di Indonesia berdasarkan asesmen dari lembaga independen, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menanggapi capaian tersebut Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengaku bersyukur sekaligus menegaskan predikat ini menjadi tantangan besar bagi jajaran pemerintah kota.
 
“Tentu kami merasa bersyukur. Ini dilakukan oleh lembaga independen dengan banyak indeks yang digunakan mengukur capaian sebagai indikator kota maju,” kata Mohan, Selasa (15/4).
 
Menurutnya, predikat kota maju bukanlah sekadar label atau pajangan prestasi. Baginya, capaian ini merupakan instrumen evaluasi melihat sejauh mana pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. 

Ia menekankan, status sebagai kota maju harus dibarengi dengan upaya konsisten memperbaiki persoalan-persoalan dasar yang masih membayangi wajah kota. “Di balik perolehan predikat kota maju itu, ada tantangan menjaga dan menyelaraskan pembangunan. Kita harus memastikan persoalan fundamental yang masih dihadapi sampai hari ini bisa kita koreksi dan perbaiki di tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.
 
Mohan berharap, pengakuan nasional ini bisa memantik rasa memiliki masyarakat terhadap kotanya. Baginya, transformasi Mataram menjadi kota maju sebuah lompatan sejarah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen warga. 

“Mudah-mudahan masyarakat semakin sayang dan setia untuk menjaga serta merawat kotanya. Transformasi ini adalah catatan penting dan lompatan besar bagi kita,” tambahnya.

Baca Juga: Borong Penghargaan Nasional! RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Raih Top BUMD Awards 2026
 
Sebagai kota yang sedang bertumbuh, Mohan tidak menampik status kota maju membawa konsekuensi logis berupa konsentrasi penduduk yang tinggi. Urbanisasi yang masif membuat Mataram menjadi magnet bagi orang-orang dengan berbagai kepentingan. 

Hal ini, menurutnya, kerap memicu munculnya masalah sosial baru, termasuk persoalan sampah. “Namanya kota itu kan konsentratif, orang datang dengan berbagai kepentingan dan itu tidak bisa dihindari. Tugas pemerintah memastikan pertumbuhan penduduk ini selalu diikuti dengan penanganan dampak sosial yang baik,” jelasnya. 

Ia mencontohkan, masalah sampah merupakan salah satu pemicu yang berkorelasi langsung dengan populasi penduduk yang terus meningkat.
Selain soal kemajuan fisik dan infrastruktur, Mataram mencatatkan diri sebagai daerah dengan daya saing tinggi. 

Mohan menyebutkan Mataram telah disertifikasi sebagai kota percontohan antikorupsi. “Banyak prestasi yang kita terima belakangan ini, dan ini adalah ikhtiar yang harus terus kita jaga ke depan," katanya.
 
Sebelumnya, Kepala Diskominfo Kota Mataram M. Ramadhani mengatakan, salah satu pendongkrak utama skor Mataram adalah adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang meraih skor 5,00 (sempurna). 
 
“Kami telah mengoptimalkan Command Center sebagai pusat kendali informasi dan integrasi layanan publik digital,” jelasnya. 
 
Selain itu, pemanfaatan aplikasi perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA) berjalan sangat efektif, memudahkan investor masuk. Sektor ekonomi juga menunjukkan performa impresif pada pasar produk yang juga meraih skor maksimal.
 
“Pemerintah tidak hanya membangun fisik, tapi juga memfasilitasi sertifikasi halal dan digitalisasi pemasaran bagi pelaku usaha mikro. Itulah mengapa pasar produk kita sangat kompetitif,” tambahnya. (chi/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Mataram kota maju 2026 #Indeks daya saing daerah