Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Momen Hangat Tokoh Senior dan Muda: Lalu Serinata Beri Wejangan Strategis Kepada Abd Rachman

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 15 April 2026 - 22:36 WIB
HANGAT: Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rachman bersilaturahmi ke kediaman Mantan Gubernur NTB yang juga tokoh sepuh Lalu Serinata, Senin (6/4).
HANGAT: Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rachman bersilaturahmi ke kediaman Mantan Gubernur NTB yang juga tokoh sepuh Lalu Serinata. (ZAD/LOMBOK POST

 

LombokPost – Pertemuan Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Abd Rachman dengan mantan Gubernur NTB Lalu Serinata, berlangsung dalam suasana hangat. Namun di balik nuansa Syawal, percakapan keduanya mengalir jauh lebih dalam.

“Banyak hal (kami diskusikan). Tentang kepemimpinan, pengalaman, juga bagaimana membangun daerah,” ungkap Lalu Serinata, Senin (6/4). 

Sebagai figur yang pernah memimpin NTB, Serinata lebih banyak berbagi cerita. Bukan dalam bentuk nasihat yang menggurui, tetapi melalui potongan pengalaman panjangnya di pemerintahan dan organisasi.

Tokoh sepuh NTB itu, mengisahkan bagaimana dalam memimpin. Keputusan tidak selalu datang dalam kondisi ideal. 

“Ada situasi yang menuntut keberanian,” ucapnya. 

Salah satu yang ia kenang adalah saat memutuskan menebar bibit ikan di Danau Segara Anak—ketika banyak pihak meragukan langkah tersebut.

“Keputusan itu harus diambil, meskipun belum tentu semua orang langsung memahami,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, ia menekankan pentingnya keberanian dalam kepemimpinan. Bukan sekadar berani tampil, tetapi berani menanggung risiko dari keputusan yang diambil.

Namun kepemimpinan, menurutnya, tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus ditopang kekuatan kolektif, terutama dari kalangan muda.

Baca Juga: Bukan Sekadar Predikat, Wali Kota Mohan Ungkap Tantangan Berat Mataram Sebagai Kota Maju


Serinata banyak menyinggung peran pemuda. Ia bercerita tentang masa-masanya menakhodai KNPI, ketika energi anak muda menjadi motor penggerak berbagai kebijakan daerah.

“Kalau pemuda tidak terkonsolidasi, sulit berharap perubahan besar bisa terjadi,” katanya.

Ia menilai, kekuatan pemuda bukan hanya pada jumlah, tetapi pada kemampuan menyatukan energi. Dari situlah lahir dorongan perubahan yang nyata di tengah masyarakat.

Selain itu, pembicaraan juga menyentuh soal identitas daerah. Menurut Serinata, pembangunan tidak boleh menghapus karakter lokal.

“Kita boleh modern. Tapi jangan kehilangan jati diri,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memberi ruang pada budaya sebagai bagian dari wajah daerah. Bukan sekadar simbol, tetapi menjadi ruh dalam setiap arah pembangunan.

Pembahasan kemudian mengarah pada wajah kota ke depan. Serinata menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam pembangunan perkotaan.

Ia mengingatkan agar dorongan investasi tidak berjalan tanpa kendali. “Pembangunan harus punya arah. Ruang harus jelas,” katanya.

Menurutnya, kota yang baik bukan hanya yang tumbuh cepat, tetapi yang mampu menata dirinya dengan rapi. Menghindari persoalan klasik seperti banjir, genangan, hingga ketidakteraturan kawasan.

“Kalau tidak direncanakan dengan baik, kota bisa tumbuh, tapi tidak tertata,” ujarnya.

Baca Juga: Borong Penghargaan Nasional! RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Raih Top BUMD Awards 2026

 

Ia mencontohkan kota-kota maju yang tetap mampu berkembang tanpa mengorbankan keseimbangan dengan alam. 

Selain itu, pembahasan juga menyinggung peran legislatif. Serinata menilai, dewan harus benar-benar hadir sebagai penyambung aspirasi masyarakat.

“Jangan hanya jadi simbol. Harus benar-benar menyerap dan memperjuangkan aspirasi,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan pembangunan daerah tidak hanya pada eksekutif, tetapi juga pada bagaimana legislatif memainkan perannya secara maksimal. Dalam pertemuan tersebut, politik juga tidak sepenuhnya absen.

Menempatkan politik agar memiliki etika, arah, dan tanggung jawab. “Bagaimana politik itu memberi manfaat,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Serinata menyampaikan harapan dan doa terhadap perjalanan Rachman ke depan. “Yang penting tetap menjaga niat, menjaga kebersamaan, dan terus belajar,” pesannya.

Sementara itu, Abd Rachman mengaku pertemuan tersebut menjadi ruang belajar yang berharga. Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram ini, pun mengungkapkan rasa syukur atas kondisi kesehatan Serinata hingga saat ini, sehingga bisa tetap menjadi guru sekaligus orang tua bagi generasi NTB. 

“Beliau banyak berbagi pengalaman. Itu menjadi bekal bagi kami dalam menjalankan tugas,” katanya. 

Ia menilai, pengalaman panjang Serinata memberikan perspektif yang tidak selalu ditemukan dalam ruang-ruang formal. “Banyak hal yang bisa dipetik. Terutama tentang bagaimana memimpin dan membaca arah ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Risiko Nyawa Tapi Gaji Minim? Damkar Mataram Usulkan Tunjangan Naik 2 Kali Lipat di 2027


Rachman menegaskan, komunikasi dengan tokoh-tokoh senior seperti Serinata penting untuk terus dijaga. “Ini bagian dari silaturahmi. Sekaligus memperkaya pandangan dalam membangun daerah,” pungkasnya. (zad/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Ketua DPC Gerindra Kota Matram #Abd Rachman