Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mataram Targetkan 10 Besar Nasional! 3 Kelurahan Baru Resmi Jadi Lokus "Kelurahan Cantik" 2026

Sanchia Vaneka • Kamis, 16 April 2026 | 06:38 WIB
BERBASIS DATA: BPS dan Pemkot Mataram resmi mencanangkan tiga kelurahan sebagai program kelurahan cantik, Rabu (15/4).
BERBASIS DATA: BPS dan Pemkot Mataram resmi mencanangkan tiga kelurahan sebagai program kelurahan cantik. (BPS FOR LOMBOK POST)

 


LombokPost
 
 — Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan tiga kelurahan sebagai lokus program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) tahun 2026. Ketiga wilayah tersebut adalah Kelurahan Selatan, Kelurahan Tengah, dan Kelurahan Peken.

 

“Target kita tetap berjuang untuk bisa masuk 10 besar nasional. Kriterianya jelas, dilihat dari sisi pengelolaan data sesuai kaidah statistik, langkah-langkah penyelenggaraannya, hingga inovasi yang dilakukan di tingkat kelurahan,” kata Kepala BPS Kota Mataram M. Reza Nugraha, Rabu (15/4). 

 

Reza menyatakan, pemilihan tiga kelurahan ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya empat kelurahan yakni Sayang-Sayang, Mayura, Mataram Timur, dan Pejeruk telah lebih dulu menjalankan program serupa. 

 

Meski saat ini tengah berada dalam masa efisiensi anggaran, Reza menegaskan bahwa optimalisasi pembinaan tetap menjadi prioritas.

 

Reza menjelaskan, esensi dari program Kelurahan Cantik adalah mencetak agen-agen di tingkat kelurahan yang paham cara mengelola data dengan benar. Pembinaan yang dilakukan mencakup standarisasi pengumpulan data, pengolahan, hingga cara penyajian yang informatif bagi publik.

Baca Juga: Cedera Pergelangan Tangan, Carlos Alcaraz Mundur dari Barcelona Open, Gagal Kejar Ranking 1 Dunia

“Output-nya nanti harus ada infografis dan data yang bagus di website kelurahan masing-masing. Ini penting agar ketika masyarakat atau pemerintah daerah butuh data, semuanya sudah tersedia dan konsisten,” imbuhnya.

 

Meski persaingan di tingkat nasional cukup ketat karena diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, Reza optimis kelurahan di Mataram mampu bersaing. Menurutnya, konsistensi data antar aplikasi kementerian menjadi salah satu kunci penilaian penting dalam evaluasi program Kelurahan Cantik tahun ini.

 

“Kami mengajari mereka bagaimana kaidah statistik yang benar. Harapannya, pengelolaan data yang tertib ini berdampak langsung pada ketepatan sasaran kebijakan pembangunan di masyarakat,” pungkasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memberikan dukungan penuh terhadap penguatan basis data melalui program Kelurahan Cantik. Mohan menegaskan, integrasi data antara BPS dan Pemkot merupakan manifestasi penting dalam mewujudkan kebijakan yang berbasis bukti.

 

Menurut Mohan, keberadaan Kelurahan Cantik menjadi sangat penting, terutama dalam memastikan akurasi penyaluran berbagai program bantuan sosial. Dengan data yang kuat di tingkat akar rumput, risiko salah sasaran dalam distribusi bantuan dapat diminimalisir secara signifikan.

 

Baca Juga: Momen Hangat Tokoh Senior dan Muda: Lalu Serinata Beri Wejangan Strategis Kepada Abd Rachman


"Ini menjadi bentuk manifestasi untuk memperkuat basis data kita di Kota Mataram. Terutama untuk memastikan penyaluran program-sosial tepat sasaran dan efektif,” kata Mohan.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar NTB ini menambahkan, terpilihnya Kota Mataram sebagai salah satu kota penyelenggara basis data digital nasional menjadikan sinergi ini kian strategis. Interkoneksi antara sistem BPS dan Pemkot diharapkan mampu melahirkan data yang akurat untuk kepentingan jangka panjang.

 

“Basis data yang akurat adalah kunci. Kita tidak ingin lagi ada persoalan dalam penyaluran bantuan di masa depan karena data yang tidak sinkron,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Mohan menyoroti peran penting rilis data berkala dari BPS, mulai dari angka pertumbuhan ekonomi, indikator ekonomi makro, hingga tingkat kemiskinan dan pengangguran. Bagi Pemkot, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan rujukan utama dalam mengevaluasi dan merumuskan program kerja.

 

“Semua kebijakan yang kami ambil landasannya adalah data. Itulah mengapa kerja sama dengan BPS ini menjadi sangat penting bagi kami untuk melihat potret riil kondisi masyarakat di lapangan,” pungkasnya. (chi/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #kelurahan cantik Kota Mataram #akurasi dana bantuan