LombokPost – Anggota DPRD Kota Mataram Shinta Primasari, mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap atlet berprestasi. Khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Hal ini disampaikan menyusul adanya atlet muda asal Kota Mataram yakni Mila Yatmi atlet Pickleball yang telah menorehkan prestasi di level internasional. Namun masih menghadapi kendala biaya untuk mengikuti kejuaraan di luar negeri.
“Kita meminta pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota, untuk memberikan perhatian terhadap atlet-atlet kita yang berprestasi,” tegas Shinta, Minggu (12/4).
Menurut Ketua Partai Demokrat Kota Mataram itu, dukungan tidak harus dalam bentuk besar. Namun minimal ada kepedulian nyata dari pemerintah terhadap atlet yang membawa nama daerah.
“Tidak harus besar. Tapi paling tidak ada bentuk perhatian. Mereka ini membawa nama daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, atlet tersebut telah beberapa kali tampil di ajang internasional. Termasuk mengikuti kejuaraan di China, bahkan berhasil meraih juara dua.
Namun, meskipun biaya pendaftaran dan pelatih telah difasilitasi, kebutuhan untuk keberangkatan masih menjadi kendala utama. “Pendaftaran biasanya sudah ada yang bantu, pelatih juga. Tapi untuk keberangkatan ini yang sering jadi masalah,” katanya.
Shinta juga menyinggung pentingnya peran berbagai pihak, termasuk KONI, agar lebih aktif dalam memberikan dukungan kepada atlet. “Hal-hal seperti ini harus sering disampaikan, supaya bisa disonding dan ada perhatian dari pihak-pihak terkait,” tambahnya.
Ia berharap ke depan ada sistem dukungan yang lebih optimal. Sehingga atlet tidak lagi kesulitan dalam pembiayaan saat membawa nama daerah di tingkat internasional.
Baca Juga: Dramatis! Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Usai Singkirkan Sporting CP dalam Laga Alot
“Kita dorong supaya perhatian pemerintah dan masyarakat bisa lebih dioptimalkan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Mila Yatmi yang kini duduk di bangku kelas 2 SMA Negeri 5 Mataram mengungkapkan harapan dukungan dari pemerintah. Mila tercatat telah mengukir prestasi di level internasional dengan meraih juara dua pada ajang Pickleball Champions League (PCL) Grand Finals di China.
Ia juga menjadi satu-satunya perwakilan NTB dalam tim Rising Star Indonesia. Keikutsertaannya di level Asia menjadi bukti konsistensi performa sejak mulai menekuni olahraga pickleball pada 2023.
Meski demikian, Mila mengakui masih menghadapi kendala utama pada pembiayaan untuk mengikuti agenda kejuaraan berikutnya.
“Untuk pendaftaran sudah dibiayai, pelatih juga. Tapi untuk biaya keberangkatan masih jadi kendala,” ungkapnya, polos.
Mila mengaku tetap berkomitmen untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik. Sekaligus berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan berbagai pihak.
“Saya tetap ingin berangkat dan memberikan yang terbaik. Semoga ke depan ada dukungan,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin