Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemarau Panjang Mulai April, Kota Mataram Siapkan Skenario Darurat Hadapi El Nino Godzilla

Sanchia Vaneka • Sabtu, 18 April 2026 | 17:27 WIB
ILUSTRASI: Seorang penjual balon yang sedang berjalan di tepi pantai saat matahari mulai terbenam, beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI: Seorang penjual balon yang sedang berjalan di tepi pantai saat matahari mulai terbenam, beberapa waktu lalu.

 
LombokPost
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mulai memasang alarm kewaspadaan terkait munculnya fenomena iklim ekstrem yang dijuluki El Nino Godzilla. Fenomena ini diprediksi akan menghantam wilayah Indonesia, termasuk Kota Mataram, dengan dampak kekeringan yang jauh lebih panjang dan intensitas curah hujan yang menurun drastis mulai April 2026 mendatang.
 
Kepala BPBD Kota Mataram Budi Wartono mengungkapkan, ancaman anomali cuaca jangka panjang tidak boleh diabaikan. “Kami mendapatkan informasi dari BMKG Pusat mengenai prediksi fenomena baru ini. Godzilla El Nino sebenarnya menggambarkan skala El Nino yang jauh lebih besar dan akumulasinya lebih kuat dari biasanya,” kata Budi, Jumat (17/4). 
 
Ia menegaskan, istilah Godzilla yang ramai diperbincangkan di media merupakan representasi dari kekuatan fenomena tersebut. Diprediksi akan memicu kemarau ekstrem. 

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, dampak nyata dari fenomena ini kemungkinan besar mulai terasa pada akhir April 2026. Sebagai langkah cepat, BPBD telah mengawali serangkaian langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektoral. 

“Para Kabid sudah saya instruksikan untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD Provinsi NTB. Kami ingin mensinkronkan tindakan apa saja yang harus diambil untuk mengantisipasi anomali ini,” tegasnya.
 
Fokus utama antisipasi ini, lanjut Budi, meliputi kesiapsiagaan personel dan peralatan. Mengingat kemarau panjang berkorelasi erat dengan risiko kebakaran lahan dan pemukiman.

BPBD intens menjalin komunikasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Pengelamatan (Damkarmat) Kota Mataram. Selain itu, ketersediaan air bersih menjadi poin krusial yang dibahas bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang pengairan.

 

Baca Juga: Gas Melon Langka di Daerah Tetangga, Disdag Mataram: Stok Kita Aman, Jangan Panik
 
“Kami juga meminta para Camat dan kepala wilayah untuk segera melapor jika terjadi perubahan kondisi iklim yang drastis di wilayahnya. Sektor pertanian juga pasti terdampak, karena itu koordinasi akan diperluas ke Dinas Pertanian dalam waktu dekat melalui rapat koordinasi khusus,” tambahnya.
 
Budi menjelaskan meskipun ada laporan hujan beberapa hari terakhir, pantauan di lapangan menunjukkan belum ada dampak genangan signifikan yang membutuhkan tindakan darurat. Namun, patroli wilayah tetap dilakukan secara selektif dan efisien.
 
Pihaknya memprioritaskan patroli ke titik-titik yang berdasarkan data Pusdalops memiliki potensi kerawanan. “Saat ini kami sedang melakukan efisiensi kegiatan, namun tetap siaga penuh memantau deteksi dini," pungkasnya. (chi/r9)
 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #el nino godzilla #kemarau panjang