LombokPost – Percepatan digitalisasi perlindungan sosial dan bantuan sosial (bansos) terus dilakukan. Langkah ini diawali dengan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara masif bagi ribuan petugas lapangan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Mansur mengungkapkan, percepatan ini tindak lanjut atas penetapan Kota Mataram sebagai kota percontohan pilot project.
“Fokus utama kami dalam minggu ini adalah mendukung komitmen Wali Kota Mataram melalui aktivasi IKD bagi para petugas di lapangan,” tegas Mansur, Rabu (22/4).
Aktivasi IKD menyasar 1.200 petugas yang terdiri dari personel Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, hingga tenaga pendamping bansos di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam dua hari terakhir, tim telah bergerak intensif memastikan para petugas bermigrasi ke data kependudukan digital.
Mansur menjelaskan, IKD menjadi instrumen krusial agar seluruh data penerima bansos, khususnya masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4, dapat terverifikasi dengan akurat. “Penggunaan IKD diharapkan mampu mencegah terjadinya manipulasi atau data ganda,” tegasnya.
Nantinya, para petugas yang telah mengantongi IKD akan terjun langsung melakukan verifikasi faktual di lapangan. Terkait kendala teknis bagi warga penerima manfaat yang belum memiliki ponsel pintar smartphone atau buta digital, petugas akan proaktif melakukan pendataan dan perekaman secara digital di tempat.
Baca Juga: Bansos Lebih Tepat Sasaran! Dukcapil Mataram Genjot Aktivasi IKD untuk Pendamping PKH
Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan jajaran di enam kecamatan. Meski saat ini prioritas diarahkan untuk menyukseskan bansos digital, Mansur menjamin pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) reguler di kantor Dukcapil tetap berjalan normal.
“Pelayanan harian tetap berjalan seperti biasa, tidak ada yang terganggu,” pungkasnya. (chi/r9)