LombokPost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memberikan atensi khusus terhadap kebersihan di kawasan Asrama Haji Mataram selama musim keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH). Volume sampah di titik tersebut dilaporkan meningkat, mencapai 1 ton dalam sehari.
Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, untuk menangani tumpukan sampah yang dihasilkan oleh para pengantar jemaah, pihaknya telah menyiagakan personel secara berlapis. Setidaknya, ada belasan petugas yang disiagakan khusus di titik lokasi tersebut.
“Petugas kebersihan di titik lokasi Asrama Haji itu sebanyak 11 orang. Mereka bekerja dengan sistem shift. Selain itu, ada tambahan bantuan tenaga dari Kecamatan Sekarbela,” kata Denny, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, pembersihan dilakukan secara masif melalui skema gotong royong yang melibatkan staf internal DLH dan pihak kecamatan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan wajah kota tetap asri meski terjadi konsentrasi massa yang besar di Jalan Lingkar Selatan.
Berdasarkan estimasi lapangan, rata-rata sampah yang diangkut dari kawasan Asrama Haji mencapai angka 1 ton per hari. Jumlah ini setara dengan setengah kapasitas truk sampah.
Baca Juga: Tak Perlu Antre Berkas, Inovasi Job Fair Daring-Luring Mataram Permudah Pencari Kerja
Untuk mengantisipasi penumpukan, DLH menerapkan jadwal pengangkutan yang lebih intensif dibandingkan hari-hari biasa. “Pengangkutannya kita lakukan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam hari. Sedangkan untuk petugas penyisiran atau penyapu, mereka standby 11 orang di lokasi,” tegasnya.
Dari hasil evaluasi petugas di lapangan, produksi sampah mencapai puncaknya pada malam hari. Hal ini disebabkan banyaknya pengantar yang memilih datang atau bertahan di sekitar kawasan saat suhu udara lebih sejuk.
Untuk meminimalisir sampah yang berserakan, DLH telah menyiapkan infrastruktur kebersihan di titik-titik strategis. Bak sampah stasioner telah disebar di beberapa sudut agar masyarakat tidak kesulitan membuang sampah mereka.
Denny juga menyasar para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan depan Asrama Haji. Pihaknya melakukan langkah jemput bola dengan membagikan kantong plastik khusus.
“Jadi, mereka tinggal memasukkan sampah dagangannya ke plastik tersebut, nanti petugas kami yang mengangkut,” tambahnya.
Selain itu, pada hari-hari awal pemberangkatan, ditemukan banyak warga yang mendirikan tenda. Selain itu menggelar tikar di atas median jalan.
Meski tidak ada pohon yang dilaporkan rusak, namun Denny menyayangkan kondisi rumput di median jalan mulai mengalami kerusakan akibat terinjak-injak. “Kami mohon pengantar jangan menggunakan median jalan untuk beristirahat, silakan cari lokasi lain yang lebih tepat," imbaunya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin