Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Taman Seruni Keluhkan Infrastruktur, Lurah Taman Sari: Drainase Kecil dan Banyak yang Dicor

Sanchia Vaneka • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:39 WIB
KELUHAN WARGA: Tampak jalan berlubang di Lingkungan Taman Seruni, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan.
KELUHAN WARGA: Tampak jalan berlubang di Lingkungan Taman Seruni, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan.

 


LombokPost
– Warga Lingkungan Taman Seruni, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan menyuarakan keluhan terkait rusaknya akses jalan utama. Di samping itu tidak adanya sistem drainase yang memadai, menyebabkan wilayah tersebut menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan tiba.

 
Pantauan di lokasi menunjukkan akses jalan yang masuk melalui gang di belakang Museum NTB menuju jalan utama lingkungan tersebut tampak rusak berlubang. Aspal mengelupas menyisakan kerikil tajam membahayakan pengendara, terutama saat malam hari.
 
Aan, salah seorang warga Lingkungan Taman Seruni mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pengaspalan yang dianggapnya tidak bertahan lama. “Mungkin aspal murah, jadi cepat sekali rusak. Kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan untuk perbaikan jalan di kampung kami, khususnya di belakang museum sampai ke area Jalan Taman Seruni,” kata Aan kepada Lombok Post, Selasa (28/4). 
 
Selain masalah jalan, persoalan utama menghantui warga adalah ketiadaan saluran air atau drainase. Aan menjelaskan, setiap kali intensitas hujan tinggi, air tidak memiliki jalur pembuangan yang jelas. 

Akibatnya, air meluap ke badan jalan dan masuk ke pemukiman warga. “Kalau musim hujan, di sini pasti banjir karena memang tidak ada saluran airnya. Air menggenang begitu saja di jalanan yang sudah rusak itu,” tambahnya.
 
Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Warga berharap pemkot, segera turun lapangan untuk melakukan normalisasi atau pembangunan drainase baru serta pengaspalan ulang.
 
“Harapan kami sederhana, ada drainase yang layak agar kami tidak kebanjiran lagi dan jalan diperbaiki supaya akses warga lancar dan aman,” pungkasnya. 
 
Lurah Taman Sari Doddy Rupawan, membenarkan adanya kendala infrastruktur di titik tersebut, khususnya di area belakang museum. Menurutnya, masalah utama di wilayah itu ukuran drainase yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air.
 
“Ada drainasenya, tapi memang kecil. Itu pun di sana rata-rata ditutup oleh warga sendiri untuk memperlebar jalan karena banyak yang punya mobil,” kata Doddy.
 
Penyempitan saluran akibat penutupan beton secara mandiri oleh warga ini diduga pemicu utama air meluap ke badan jalan. Doddy tidak menampik genangan air sering terjadi di lokasi tersebut, bahkan hingga ke jalan besar di depan museum, akibat aliran air yang tidak lancar.

 

Baca Juga: Kalah Saing Lawan Pasar Daring, Retribusi Pasar Tradisional Mataram Melambat di Triwulan I
 
Menanggapi keluhan, Doddy menyatakan pihak kelurahan telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait. “Kalau untuk pembersihan drainase di saluran besar, itu sudah ada jadwalnya dari dinas terkait seperti Dinas PU,” imbuhnya.
 
Selain mengandalkan itu, pihak kelurahan juga mendorong peran aktif masyarakat menjaga lingkungan. Doddy menekankan pentingnya semangat gotong royong di tingkat RT meminimalisir dampak banjir.
 
"Kita selalu sarankan melalui ketua RT agar warga berinisiatif melakukan gotong royong pembersihan lingkungan, terutama saat hari libur. Sudah ada jadwalnya masing-masing di lingkungan warga," pungkasnya. (chi/r9) 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #akses jalan seruni #drainase #keluhan warga