LombokPost - Sore nanti kawasan Teras Udayana dipastikan kembali penuh warna. Musik mulai disiapkan. Lampu-lampu mulai dinyalakan. Sementara para pelaku UMKM sibuk menata lapak dan harapan mereka di ruang terbuka kota.
Di sisi lain, komunitas vespa dari berbagai titik di Kota Mataram bersiap berkumpul dalam suasana santai khas akhir pekan.
“Konsepnya tetap sederhana, bagaimana masyarakat punya ruang untuk rileks,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, Kamis (7/5).
Dinas Pariwisata Kota Mataram kembali menghadirkan Mataram Friday Relax 2026 setelah pelaksanaan perdana dua pekan lalu mendapat sambutan besar dari masyarakat.
Pada pelaksanaan kedua ini, konsep kegiatan dibuat lebih santai dan lebih berwarna dengan melibatkan lebih banyak komunitas kreatif.
Baca Juga: Dewan Tolak Kereta Gantung Rinjani, Ganggu Kesakralan dan Kelestarian Alam Rinjani
“Ada road show komunitas vespa bertajuk March of The Mods. Ada musik akustik. Ada ruang nongkrong keluarga,” terangnya.
Selain panggung hiburan, Friday Relax juga tetap menghadirkan ruang terbuka bagi masyarakat yang sekadar ingin menikmati suasana sore di tengah kota.
Menurut Cahya, konsep Friday Relax memang dirancang menjadi ruang publik yang hidup. Tempat masyarakat bisa berkumpul, menikmati suasana kota, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Berkumpul, menikmati kota, sambil UMKM juga ikut bergerak,” katanya.
Tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan pertama disebut menjadi alasan utama kegiatan ini kembali digelar.
“Respons masyarakat kemarin sangat bagus. Itu membuat kami optimistis kegiatan ini bisa terus tumbuh menjadi ruang interaksi masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan hiburan, Friday Relax kini mulai diarahkan menjadi ruang kolaborasi komunitas kreatif. Mulai dari komunitas vespa, musisi lokal, hingga pelaku UMKM.
“Dan tidak ketinggalan para pelaku UMKM,” ucapnya.
Kehadiran komunitas vespa diperkirakan menjadi salah satu daya tarik utama sore nanti. Motor-motor klasik dengan gaya retro dipastikan memadati kawasan Udayana. Sebagian datang untuk road show, sebagian lagi sekadar berkumpul bersama sesama pecinta vespa.
Di sisi lain, penampilan musik akustik dan komunitas lokal diharapkan membuat suasana sore terasa lebih cair dan akrab.
Baca Juga: Jadi Magnet Baru di Teras Udayana, Wali Kota Mataram Puji Inovasi "Friday Relax"
Tidak terlalu formal. Tidak pula terlalu hingar-bingar. Cukup santai untuk ukuran sore kota.
Di tengah ritme Kota Mataram yang semakin padat, ruang-ruang santai seperti itu perlahan dianggap penting. Bukan sekadar hiburan, tetapi juga membangun rasa memiliki masyarakat terhadap ruang publik kota.
Karena itu, konsep Friday Relax dibuat terbuka tanpa sekat dan tanpa tiket masuk.
“Ini ruang bersama. Kami ingin masyarakat merasa nyaman menikmati kotanya sendiri,” katanya.
Bagi Dinas Pariwisata Kota Mataram, Friday Relax bukan sekadar agenda hiburan mingguan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya membangun denyut wisata kota melalui ruang publik yang hidup dan ramah masyarakat.
“Kalau ruang publik hidup, komunitas bergerak, UMKM tumbuh, maka kota juga akan terasa hidup. Sampai jumpa nanti sore,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin