Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bocor Setiap Hujan? Intip Aksi Nyata Abd Rachman Bantu Warga Karang Pule Punya Hunian Layak

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 8 Mei 2026 | 14:52 WIB
GERAK CEPAT: Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Abd Rachman, saat meninjau rumah Mukaram yang mendapat bantuan bedah rumah, kemarin (7/5).
GERAK CEPAT: Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Abd Rachman, saat meninjau rumah Mukaram yang mendapat bantuan bedah rumah, kemarin (7/5).

 


LombokPost
- Anggota DPRD Kota Mataram yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rachman, kembali menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga di Karang Pule, Kecamatan Sekarbela. Salah satu rumah penerima bantuan berada di kawasan Karang Pule.

Salah seorang penerima bantuan, Mukaram, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Selama ini ia tinggal bersama tujuh anggota keluarganya di rumah tua yang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Rumah ini bangunan tahun 70-an. Sudah keropos semuanya,” ujarnya, Kamis (7/5). 

Mukaram yang bekerja sebagai tukang parkir, mengatakan dirinya tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk melakukan renovasi secara mandiri. “Sebelumnya memang nggak mampu renovasi sendiri. Alhamdulillah sekarang sangat membantu sekali,” katanya.

Ia menjelaskan, bagian rumah yang mengalami kerusakan paling parah berada di atap dan struktur penyangga bangunan. Sisi itu, belum memiliki penguatan memadai.

“Dulu rumah ini nggak pakai besi penguat. Sekarang dipasangi semua, kolom-kolomnya juga diperbaiki. Jadi lebih kuat,” ujarnya, senang. 

Mukaram mengaku bantuan tersebut berawal dari pengajuan melalui kepala lingkungan setempat. Kemudian diteruskan kepada Abd Rachman.

“Pengajuan lewat kepala lingkungan, lalu dibantu komunikasikan,” katanya.

Sementara itu, Rachman mengatakan program RTLH tahun ini menyasar sejumlah wilayah di Kota Mataram. Fokus pada rumah-rumah yang dinilai membahayakan keselamatan penghuninya melalui skema aspirasi. 

“Dasar pertimbangannya karena memang sudah tidak layak huni dan berisiko terhadap keselamatan warga,” ujarnya.

 

Baca Juga: Fantastis! Dana Rp 180 Miliar Disiapkan untuk Rampungkan Bale Mentaram dalam Tiga Tahun

Di Kecamatan Sekarbela sendiri terdapat empat rumah yang mendapatkan bantuan renovasi. Nilai bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah.

“(Di Sekarbela) total anggaran sekitar Rp 200 juta. Jadi hitungannya menyesuaikan kebutuhan. Ada yang kerusakannya kecil, ada yang lebih besar,” katanya.

Selain Sekarbela, program RTLH tersebut juga menyasar hampir semua kecamatan. Masing-masing wilayah mendapatkan beberapa unit bantuan renovasi rumah.

Rachman mengatakan pihaknya sengaja memprioritaskan rumah-rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, termasuk rumah warga lanjut usia dan keluarga kurang mampu. “Saya pernah lihat langsung rumah warga yang kalau hujan air masuk ke kamar karena atapnya bocor parah. Itu yang kita prioritaskan,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih aman dan layak, terutama bagi warga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Minimal masyarakat bisa tinggal lebih nyaman dan lebih aman bersama keluarganya,” tutupnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #Rumah Tidak Layak Huni #Karang Pule #Abd Rachman