Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditemukan Tak Sengaja di Bukit, Tanaman Langka Milik Warga Mataram Ini Dipercaya Jadi "Magnet" Rezeki

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 9 Mei 2026 | 14:19 WIB
POHON UANG: Inilah pohon uang milik Tono yang berada di kawasan Karang Bedil, Kota Mataram, kemarin (8/5).
POHON UANG: Inilah pohon uang milik Tono yang berada di kawasan Karang Bedil, Kota Mataram. (ZAD/LOMBOK POST)

 


Konon membawa keberuntungan dan rezeki. Tetapi bagi Tono, pohon itu lebih dari sekadar mitos.


---

 

DI halaman rumahnya di Karang Bedil, Kota Mataram, Tono merawat sebatang tanaman bentuknya sederhana. Tidak berbunga. Tidak mencolok.

 

Hanya daun-daun hijau tumbuh tenang di dalam pot. “Orang bilang ini pohon pembawa rezeki. Saya tahu cerita itu. Makanya istri saya dari dulu tertarik ingin punya,” ungkap Tono sambil memperlihatkan tanaman koleksinya, Jumat (8/5).

 

Tanaman itu dikenal dengan nama pohon uang atau Pachira aquatica. Dalam tradisi Tionghoa dan praktik Feng Shui, pohon uang dipercaya melambangkan keberuntungan, kemakmuran, serta energi positif bagi pemiliknya.



Baca Juga: Kondisi Melemah di Kamar Kos, Dinsos Mataram Evakuasi Warga Lumajang yang Terjangkit Penyakit Serius

Kepercayaan itu sudah berkembang lama. Bahkan ada legenda lama di Tiongkok tentang seorang pria miskin yang berdoa meminta kehidupan lebih baik.

 

“Suatu hari ia menemukan tanaman unik, lalu mulai menjual bibitnya hingga akhirnya menjadi kaya raya,” kisahnya.

 

Dari sanalah kemudian tanaman itu dikenal sebagai money tree atau pohon uang. “Memang banyak orang Tionghoa yang suka memelihara tanaman ini. Katanya membawa keberuntungan,” ujarnya.

 

Dalam filosofi Feng Shui, pohon uang juga memiliki makna simbolik yang kuat. Daun yang umumnya berjumlah lima dipercaya melambangkan lima elemen utama kehidupan: kayu, air, api, tanah, dan logam.

 

Kelima unsur itu diyakini menjadi sumber keseimbangan dan harmoni. Karena itu, pohon uang kerap ditempatkan di rumah, ruang usaha, hingga kantor sebagai simbol pertumbuhan dan kestabilan hidup.



Baca Juga: Nasib 30 Tahun Kerja Sama di Ujung Tanduk? PT PCF Mulai Atur Strategi Selamatkan Mataram Mall

Ada pula mitos lain yang lebih jarang. Jika dalam satu tangkai muncul tujuh helai daun, maka itu dipercaya sebagai pertanda keberuntungan besar yang sangat langka.

 

“Katanya kalau sampai ada tujuh daun dalam satu tangkai itu luar biasa hoki. Tapi saya sendiri belum pernah lihat,” katanya sambil tertawa kecil.

 

Menariknya, pohon uang yang banyak beredar juga kerap memiliki batang yang dikepang. Dalam filosofi Tiongkok, kepangan batang itu dipercaya sebagai simbol persatuan dan cara “mengikat” rezeki agar tidak mudah hilang.

 

Meski demikian, Tono mengaku tidak memelihara pohon uang karena memercayai hal-hal mistis secara penuh. Ia lebih tertarik pada sisi filosofi dan kelangkaannya.

 

“Kalau saya lebih suka karena tanaman ini punya cerita dan filosofi yang bagus. Bukan semata-mata percaya mitos,” ujarnya.



Baca Juga: Nasib 30 Tahun Kerja Sama di Ujung Tanduk? PT PCF Mulai Atur Strategi Selamatkan Mataram Mall

Kisah pertemuannya dengan pohon uang itu sendiri juga tidak biasa. Awalnya justru sang istri yang lebih dulu tertarik mencari tanaman tersebut.

 

Istrinya memang gemar mengoleksi berbagai jenis tanaman unik. Kebiasaan itu bahkan terinspirasi dari sosok Presiden RI ke 7 Joko Widodo yang dikenal dekat dengan tanaman dan alam.

 

“Dia memang suka tanaman sejak lama. Katanya rumah jadi terasa lebih sejuk dan hidup kalau banyak tanaman,” katanya.

 

Suatu hari mereka berjalan-jalan ke kawasan bukit di belakang Kantor Camat Batu Layar, Lombok Barat. Di sanalah mereka menemukan tanaman yang bentuknya mencurigakan.

 

Sekilas mirip pohon uang. Namun mereka belum yakin.



Baca Juga: Sering Keluhkan Lampu Mati? Dishub Mataram Akhirnya Fokus Garap Tiga Ruas Jalan Utama Ini

“Awalnya kami ragu. Ini pohon uang atau bukan. Soalnya memang jarang sekali,” ujarnya.

 

Tanaman itu bahkan sulit dicabut dari tanah. Dan yang membuat mereka heran, hanya ada satu batang di lokasi tersebut.

 

Padahal tanaman lain tumbuh cukup banyak di sekitar bukit itu. Dan tergolong jenis langka.

 

“Yang aneh cuma satu itu saja. Tidak ada lagi yang lain,” katanya.

 

Setelah difoto dan dikonsultasikan kepada seorang teman, barulah mereka yakin tanaman tersebut memang pohon uang yang selama ini dicari. Bagi Tono, menemukan tanaman itu terasa seperti kebetulan yang sulit dijelaskan.

 

 

Baca Juga: Gerakan ASRI, Perkim Mataram Fokus Benahi Taman dan Wajah Kota

Sebab sebelumnya ia memang sudah lama ingin memilikinya. Kalaupun membeli, ia mengaku tidak tahu harus mencari ke mana.

 

“Memang susah ditemukan,” ujarnya.

 

Kini pohon itu tumbuh tenang di rumahnya. Tidak berbunga. Tidak mencolok.

 

Tetapi justru di situlah daya tariknya. Karena kadang manusia memang membutuhkan sesuatu untuk dipercaya.

 

Bukan semata tentang kekayaan. Tetapi tentang harapan baik dalam hidup.

 

Baca Juga: Kualitas Jadi Harga Mati! Alasan Dewan Dukung Konsultan Rp4,9 M Kawal Kantor Wali Kota Baru

 

Dan di tengah kehidupan kota yang bergerak cepat, harapan kecil itu kadang tumbuh dari hal sederhana. Dari daun-daun hijau yang tidak mudah gugur.

 

“Terlepas percaya atau tidak soal mitosnya, saya senang karena tanaman ini langka, punya filosofi baik, dan membuat rumah terasa lebih hidup,” tutupnya. (*/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #pohon uang #feng shui #tiongkok