LombokPost — Pemerintah Kota Mataram mulai mempersiapkan bimbingan teknis (Bimtek) digitalisasi bantuan sosial (bansos). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapan menjalankan program percontohan bansos digital nasional.
“Digitalisasi bansos memperkuat sistem, juga kesiapan SDM pendamping di lapangan. Karena itu penguatan kapasitas agen menjadi langkah penting,” kata Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Drs. H. Mansur, Selasa (19/5).
Bimtek dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Mei 2026. Kegiatan itu akan melibatkan ratusan agen pendamping bansos dari berbagai unsur.
Mulai kader Posyandu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator SIKSNG, hingga tenaga sosial lainnya. Menurutnya, Bimtek akan membahas teknis pelaksanaan bansos digital.
Mulai dari mekanisme pendataan, validasi penerima manfaat, hingga pendampingan masyarakat dalam penggunaan layanan digital. Selain itu, kegiatan juga direncanakan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia (BI).
Nantinya BI akan memberikan materi terkait penggunaan uang digital. Selain itu dompet digital sebagai bagian dari sistem penyaluran bantuan sosial elektronik.
Saat ini, Dinas Dukcapil bersama Dinas Sosial dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi agen pendamping bansos. Berdasarkan data per 12 Mei 2026, sebanyak 883 agen pendamping telah diregistrasi dan diaktivasi IKD.
Jumlah terbesar berasal dari kader Posyandu sebanyak 669 orang. Selain itu terdapat 68 tenaga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 61 pendamping PKH, 42 operator SIKSNG, 20 operator SIAK, 10 ASN, serta unsur lain seperti Tagana, TKSK, dan Satgas Sosial.
“Keterlibatan lintas unsur ini penting karena digitalisasi bansos tidak bisa dikerjakan satu OPD saja,” ujarnya.
Baca Juga: Pernah Hipnotis Warga Lombok Sampai Larut Malam, Sang Patih Mangkubumi Kini Cari Panggung Baru
Saat ini masih proses menyiapkan tambahan agen pendamping. Sebab kebutuhan ideal diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang dengan rasio satu agen mendampingi sekitar 170 penerima manfaat.
Dalam program ini, Dukcapil fokus pada dukungan administrasi kependudukan dan validasi data penerima bantuan. Sementara Kominfo mendukung penguatan jaringan internet dan pendampingan teknologi digital di lapangan.
Seluruh tahapan persiapan ini diharapkan memperkuat kesiapan Mataram sebagai salah satu lokasi pilot project bansos digital nasional. “Harapannya penyaluran bantuan nantinya lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” tutup Mansur.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin