Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Innalillahi, Setelah 3 Hari Pencarian, Korban Kedua di Pantai Ampenan Ditemukan Meninggal Dunia

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

 

Personel Tim SAR Gabungan saat menurunkan kantong jenazah berisi korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), dari kendaraan setelah berhasil dievakuasi dari titik ditemukannya di perairan Pantai Bintaro, Kota Mataram. (DOK. SAR)
Personel Tim SAR Gabungan saat menurunkan kantong jenazah berisi korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), dari kendaraan setelah berhasil dievakuasi dari titik ditemukannya di perairan Pantai Bintaro, Kota Mataram. (DOK. SAR)

 

LombokPost – Duka kembali menyelimuti Kota Mataram. Setelah tiga hari pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kedua yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan.

 

Anindita Mantika Muslim (9), bocah perempuan yang hilang di Pantai Karang Buyuk sejak Jumat sore (29/5), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi (31/5). "Ditemukan dengan jarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.

 


Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan menerima laporan dari nelayan dan warga sekitar pukul 07.10 WITA. Informasi tersebut menyebutkan adanya sesosok tubuh mengapung di perairan Pantai Bintaro. Tim yang sedang melakukan penyisiran langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan evakuasi.

 


Setelah dipastikan sebagai Anindita, jenazah korban dibawa ke darat dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim langsung bergerak menuju titik yang diinformasikan dan melakukan proses evakuasi," ujar Bustanil.

 

Baca Juga: Biometrik Perkuat Keamanan Digital, Sistem Registrasi Nomor Seluler Berbasis Pengenalan Wajah


Penemuan Anindita sekaligus mengakhiri operasi pencarian terhadap dua korban yang hilang dalam dua peristiwa berbeda namun terjadi hampir bersamaan di kawasan pesisir Ampenan pada Jumat sore lalu.

 


Sehari sebelumnya, Sabtu (30/5), tim SAR gabungan lebih dulu menemukan korban pertama, Pietro Lionel Alesandro Seda (13). Remaja asal Ampenan itu ditemukan mengapung sekitar satu kilometer di utara lokasi awal kejadian di Pantai Skip.

 

Jenazah Pietro kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram sebelum diserahkan kepada keluarga.
Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR menerjunkan berbagai peralatan, mulai dari perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), drone thermal, hingga penyisiran darat di sepanjang garis pantai.

 

Pencarian juga melibatkan berbagai unsur gabungan, termasuk Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polresta Mataram, Polsek Ampenan, Koramil Ampenan, Tagana, nelayan, dan warga setempat.

 


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika cuaca dan kondisi gelombang laut sedang tidak bersahabat.

 

Baca Juga: Arsenal Gagal Juara Champions League, Mikel Arteta Ungkap Rasa Sakitnya


"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk masyarakat dan nelayan yang turut membantu sejak hari pertama pencarian," tutup Bustanil.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #korban terseret ombak di pantai ampenan #anindita mantika #SAR Mataram