Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Taman Budaya Gelar Lomba Perkusi

Administrator • Kamis, 28 Februari 2019 | 09:56 WIB
SELAMAT YA! : Para pemenang Lomba Festival Musik Anak-Anak NTB, dengan tema “Perkusiku, Perkusimu, Perkusi Nusantara”, melakukan sesi foto bersama dengan para dewan Juri, di Gedung Utama Taman Budaya NTB, kemarin (27/2).
SELAMAT YA! : Para pemenang Lomba Festival Musik Anak-Anak NTB, dengan tema “Perkusiku, Perkusimu, Perkusi Nusantara”, melakukan sesi foto bersama dengan para dewan Juri, di Gedung Utama Taman Budaya NTB, kemarin (27/2).

MATARAM-Untuk mengenalkan anak-anak kepada budaya daerah, ada banyak media pengenalan yang bisa dilakukan. Salah satunya, melalui musik tradisional. Karena itulah, Taman Budaya menggelar kegiatan Lomba Festival Musik Anak-Anak NTB, mengangkat tema “Perkusiku, Perkusimu, Perkusi Nusantara”.


Kepala Taman Budaya NTB Baiq Rahmayati mengatakan, kegiatan ini dihajatkan agar anak-anak sejak kecil mengenal musik-musik tradisional. Karena dengan semakin berkembangnya musik modern saat ini, baik itu dari dalam maupun luar negeri membuat musik tradisional dilupakan. Padahal, tidak semua musik modern memberikan edukasi yang positif bagi anak-anak.


“Makanya kami berencana akan mengembangkan festival musik tradisional ini, perbanyak konten dengan jenis yang beragam,” tegasnya, kemarin (27/2).


Ia menyebut, konten-konten yang lebih ditekankan adalah memperbanyak lomba lagu-lagu tradisional atau daerah hingga lomba alat musik daerah. Cara seperti ini dianggap strategis karena mampu meningkatkan rasa cinta pada budaya sendiri.


“Dari situ, karakter sebagai anak-anak Indonesia bisa terlihat. Yakni selalu cinta dan menjaga kelestarian kekayaan budaya,” jelas Maya.


Selain itu, kelestarian budaya terutama di NTB, tidak terlepas dari kiprah para budayawan, yang selama ini begitu aktif mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kesenian budaya NTB. Maya juga memberikan apresiasi pada orang tua dan para pengajar, yang dengan sabar mendampingi anak-anak mereka dalam memperkenalkan dan mendukung segala kegiatan musik tradisional NTB. “Saya ucapkan terima kasih, karena ikut mendukung festival kali ini,” tutupnya.


Sementara, budayawan senior NTB sekaligus juri lomba Mustakim Biawan menjelaskan, kegiatan seperti ini sebagai wadah untuk menampung kreativitas dan kesenian anak-anak NTB, untuk melestarikan budaya Indonesia.


“Taman Budaya memberikan semacam oase, memelihara kebudayaan melalui kesenian,” terangnya.


Pria yang akrab di sapa Pak Mus ini menegaskan, yang diajarkan dalam kesenian adalah kreatifitas dan disiplin. Karena itulah, tentu saja ia berharap, kegiatan seperti ini harus terus digelar, terutama untuk anak-anak. Sebab pada mereka seni dan budaya ini diwariskan.


“Mau tidak mau, mereka ini yang akan jadi pemimpin masa depan, jadi sedari dini kita persiapkan dan perkenalkan dengan berbagai macam kesenian yang ada,” pungkas Mus.


Lomba kali ini digelar dari 26-28 Februari. Peserta yang ikut ambil bagian berasal lima kabupaten di NTB. Ada Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa dan Kota Mataram. Bagi pemenang, akan ikut berpartisipasi pada event tingkat nasional yang akan digelar pada April mendatang. (yun/r5/*)

Editor : Administrator
#Metropolis