MATARAM-Masih ingat trotoar yang rusak di jalan Bung Karno? Senin (4/3) kemarin, trotoar itu akhirnya diperbaiki. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengangkut material dan menata lagi trotoar yang ambruk.
Dari plang pemberitahuan, terlihat jelas yang langsung menangani trotoar itu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB. Sayang tidak ada pihak dinas di lapangan yang bisa dimintai keterangan terkait pengerjaan itu.
Kerusakan trotoar, diduga karena fondasi tanah trotoar terlalu gembur. Ketika hujan atau air drainase mengalir, tanah terkikis. Pada akhirnya memicu longsor dan membuat trotoar yang sudah cantik ikut rusak.
Langkah perbaikan cepat itu diapresiasi Abdul Malik, Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram. “Penanganan-penanganan cepat seperti ini tentu yang pantas jadi contoh,” puji Malik.
Selain perbaikan itu, bagi Malik yang paling penting adalah pemeliharaan. Dinas PUPR Kota Mataram tidak boleh berpangku tangan. Ada baiknya berkoordinasi dengan dinas PUPR Provinsi NTB, apa saja yang bisa dilakukan untuk pemeliharaan trotoar jalan di ibu kota.
“Supaya anggarannya tidak tumpang tindih, nanti kota anggarkan, provinsi juga anggarkan, itu tidak tepat,” ujarnya.
Kota misalnya bisa mengambil peran untuk perbaikan skala ringan. Seperti retakan-retakan kecil. Sedangkan PUPR Provinsi NTB bisa mengambil tugas untuk perbaikan yang lebih berat.
Menurut Malik, pemeliharaan jauh akan meminimalkan anggaran. Dari pada perbaikan yang kadung meninggalkan kerusakan yang parah. “Bagaimanapun trotoar itu ada di ibu kota, jadi siapapun yang mengerjakan pasti telunjuk mengarah ke pemerintah kota,” ulasnya.
Malik berharap, langkah cepat PUPR Provinsi NTB menangani infrastruktur yang rusak bisa dicontoh PUPR Kota Mataram. Sebab ada banyak infrastruktur lain yang jadi domain kota, saat ini butuh penanganan cepat.
“Jangan lihat kecil besarnya proyek, tapi kemanfaatannya bagi masyarakat dan image kota kita,” tegasnya.
Sebelumnya, Kadis PUPR Kota Mataram Miftahurrahman mengaku terus membangun koordinasi dengan PUPR Provinsi NTB. Bila ada kerusakan fasilitas di ibu kota yang rusak. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi tumpah tindih pengerjaan. “Salah nanti kalau kita yang kerjakan,” cetus Miftah. (zad/r5)
Editor : Administrator