Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Buruk, Nelayan Ampenan Takut Melaut

Administrator • Sabtu, 22 Februari 2020 | 00:37 WIB
Ilustrasi Nelayan di Ampenan (dok. Lombok Post)
Ilustrasi Nelayan di Ampenan (dok. Lombok Post)
MATARAM-Nelayan di kawasan Ampenan sudah satu pekan tidak berani melaut. Penyebabnya, gelombang tinggi. “Jarang ada nelayan yang melaut minggu-minggu ini,” kata Sumarli, nelayan di kawasan Ampenan, kemarin (20/2).

Ia bersama nelayan lainnya hanya bisa pasrah. “Saya nunggu anak saya. Kemarin dia nekat melaut dan sampai sekarang belum pulang,” kata Sumarli khawatir.

Sebagai orang tua, ia mengkhawatirkan anaknya yang belum pulang hingga pukul 14.00 Wita. Ditambah lagi ombak cukup besar. "Di tengah laut, selain gelombang, hujan disertai petir dan kilat sangat menakutkan. Yang punya nyali saja berani melaut,” ujar Marli.

Biasanya, lanjut dia, nelayan yang sudah tua tidak berani mengambil risiko. Mereka lebih memilih untuk tidak melaut di saat musim angin dan gelombang besar. “Tapi, tergantung nyali,” singkatnya.

Nelayan lainnya, M Syafii juga memilih tidak melaut di saat ombak besar. Ia tidak berani mengambil risiko. “Endak berani saya melaut kalau ombaknya seperti ini,” kata Syafii sembari melihat gelombang di laut.

Ia berharap ada bantuan bagi nelayan. Karena sejauh ini ia cukup kesulitan menopang kebutuhan sehari-hari karena tidak pernah melaut. “Kita tak melaut, uang tidak ada,” ujarnya.

Ia meminta pemkot melihat kondisi para nelayan di kawasan Ampenan. Karena saat ini mereka membutuhakn uluran tangan. “Paling tidak kita dikunjungi,” ungkap pria asal Lingkungan Bintaro Jaya ini.

Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, sesuai dengan perkiraan BMKG, tiga hari berturut-turut curah hujan sedang dan lebat. Disertai petir dan kilat.

“Ini akan terjadi sampai besok (Hari Ini, Red),” ucapnya.

Meski begitu, kata dia, tidak ada laporan genangan atau pun pohon tumbang dari satgas BPBD. Bahkan, satgas dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) tetap siaga jika terjadi bencana.

Sampai hari ini, ujar dia, debit air normal meski kerap terjadi hujan. Tidak ada gangguan. Untuk genangan sendiri biasanya terjadi di beberapa jalan dan kelurahan. Seperti Kelurahan Sekarbela, Jalan  Udayana, Jalan Brawijaya, Kelurahan Kekalik, dan Kecamatan Ampenan di Jalan Yos Sudarso. “Kalau hujan lebat baru ada genangan,” ucapnya.

Untuk gelombang laut, diakuinya sedang tingi-tingginya. “Anginnya juga kencang di tengah laut,” tuturnya. (jay/r3) Editor : Administrator
#Cuaca Buruk #Gelombang Tinggi #Nelayan #Harga Ikan #Nelayan Ampenan #Pondok Perasi