Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek Perbaikan Pasar Cakranegara Tak Tepat Sasaran

Redaksi Lombok Post • Rabu, 18 Maret 2020 | 16:44 WIB
JUALAN DIPARKIRAN: Beginilah kondisi Pasar Kebon Roek, kemarin (22/3). Tampak puluhan pedagang masih memilih bertahan untuk berjualan di halaman parkir karena kondisi gedung pasar yang sangat memprihatinkan.
JUALAN DIPARKIRAN: Beginilah kondisi Pasar Kebon Roek, kemarin (22/3). Tampak puluhan pedagang masih memilih bertahan untuk berjualan di halaman parkir karena kondisi gedung pasar yang sangat memprihatinkan.

MATARAM-Cantik di luar, rusak di dalam. Gambaran ini terlihat di Pasar Cakranegara. Proyek untuk perbaikan atap senilai Rp 1,8 miliar membuat tampilan pasar lebih bagus. Tapi itu jika dilihat dari luar.


Di bagian dalam pasar kondisinya cukup memprihatinkan. Terutama di bagian atapnya. Bolong di sana-sini. Lubangnya cukup lebar. Juga memanjang. Beberapa bagian bahkan harus ditambal secara swadaya. Dilakukan sendiri pedagang pasar. Menggunakan seng dan terpal. Ala kedarnya.


Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang. Terutama mereka yang berada tepat di bawah atap seng yang bolong. H Humaidi misalnya. Katanya, ia terpaksa mencari tukang sendiri. Termasuk membeli bahan-bahan untuk menambal atap yang bolong.


”Kalau gak begitu, banjir semua ini pas hujan,” kata Humaidi.


Zohriah menyatakan hal serupa. Air yang jatuh dari atap yang bocor bukan lagi dengan cara menetes. Tapi tumpah dengan deras. ”Sampai tutup kita, gak jualan pas kemarin hujan besar itu,” tuturnya.


Perempuan berhijab ini merasa tak ada perhatian dari petugas pasar. Juga pemerintah. ”Kalau retribusi aja gak bisa telat-telat sedikit. Tapi atap malah dibiarkan bolong begitu,” ujar dia.


Pedagang lainnya, Hairil bahkan menyindir pemerintah. ”Mungkin tunggu rubuh dulu ini baru mau diperbaiki,” katanya sambil menunjuk atap yang berada tepat di atas lapaknya.


Atap yang ditunjuk Hairil kondisinya memang cukup mengenaskan. Kayu yang menopang seng, sudah patah. Beberapa bagian bahkan sudah cukup lapuk.


Kata Hairil, pedagang sebenarnya berharap pemerintah memprioritaskan perbaikan atap di bagian dalam. Bukan atap di bagian luar pasar. Yang tahun lalu proyeknya bermasalah dan tak tuntas dikerjakan pihak ketiga.


Pedagang juga sudah melakukan inisiatif. Dengan memperbaiki secara swadaya. Tapi perbaikan yang dilakukan pedagang bersifat temporer dan tidak parsial. Sehingga sewaktu-waktu bisa rusak kembali.


”Kita cuma tambal pakai terpal, kalau seperti ini, umurnya jelas tidak lama. Seharusnya, proyek kemarin itu untuk atap di bagian dalam ini,” kata Hairil.


Sementara itu, Kepala Pasar Cakranegara I Nengah Sukardi mengatakan, atap yang rusak sudah diajukan untuk perbaikan. ”Tapi kita belum tahu apa sudah di acc atau tidak,” kata Sukardi.


Sukardi tak menampik terjadi kebocoran saat hujan. Terutama di sebelah selatan. Di bagian proyek yang bermasalah. ”Itu karena masalah proyek belum selesai,” tuturnya.


Persoalan kebocoran tersebut, Sukardi memilih untuk menyerahkannya kepada pedagang. Katanya, pedagang ada inisiatif untuk memberbaiki. Tapi sampai sekarang tidak terlihat swadaya dari pedagang.


”Mestinya kalau pedagang merasa, harusnya dia ada swadaya sedikit. Tapi ini tidak ada. Kalau pedagang ngontrak, baru berani dia,” sebut Sukardi. (dit/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pasar Cakranegara #Proyek