MATARAM-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram benar-benar habis kesabaran. Terutama dengan tingkah laku warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
“Kalau ada ODP yang masih pagah (tidak mau mengikuti imbauan pemerintah), kita kucilkan,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Martawang meminta peran masyarakat membantu pemerintah meminimalisir penyebaran Covid-19. Jika ada ODP yang masih berkeliaran, ia meminta warga mengucilkannya. “Ini hukuman bagi mereka yang tidak mau patuhi aturan,” kata Martawang berapi-api.
“Harus ada sanksi dari masyarakat agar mereka tidak seenaknya,” imbuh mantan kepala Bappeda Kota Mataram ini.
Dia juga berencana akan memasang stiker isolasi mandiri di rumah ODP. Sehingga pengawasan tidak hanya dilakukan pemerintah, namun juga bisa dilakukan masyarakat.
Ia sudah meminta ketua RT, kepala lingkungan, dan lurah melakukan pengawasan kepada ODP yang masih dalam proses isolasi mandiri. “Percuma kita lakukan ini itu, jika ODP masih berkeliaran,” ucap pria yang karib disapa Aweng ini.
Aweng tidak menampik jika ODP yang baru pulang dari daerah pandemi banyak berkeliaran. Bahkan, mobilitasnya cukup tinggi. Ada yang ke KLU, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Tanpa memikirkan dampak dari apa yang dilakukan.
"Mestinya harus diam di rumah. Jaga jarak tidak hanya dengan orang, namun juga keluarga. Bahkan di dalam rumah harus gunakan masker,” ungkapnya.
Sementara itu, upaya pemkot untuk memutus mata rantai penyebaran virus Korona di jalan raya juga terus berlangsung. Tiga pintu masuk menuju Kota Mataram masih dijaga tim gabungan.
“Kita tetap fokus di tiga pos pintu masuk. Yakni, di pos pantau Gerimax, Gerbang Tembolak, dan Pos Pantau Dasan Cermen,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh, kemarin.
Menurutnya, yang datang dari luar NTB kebanyakan dari pelabuhan dan bandara. Dan ketika mereka mau masuk Kota Mataram, biasanya melewati jalur Gerbang Tembolak dan Dasan Cermen.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram ini mengatakan, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan bus antar kota antar provinsi (AKAP) terkait penumpang yang akan masuk Kota Mataram. “Turun dari kapal, mereka (penumpang) juga kan dicek suhu tubuhnya,” kata dia.
Sementara Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, pos jaga hanya kosong pada siang hari. Tepatnya saat jam istirahat. "Tapi, kita kembali melakukan pengawasan pukul 14.00 Wita. Untuk pengendara sepeda motor kita kembali skrining pengendara sore hari,” tukasnya. (jay/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post