Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ramadhan, Harga Daging Ayam Turun

Redaksi LombokPost • Selasa, 28 April 2020 | 14:19 WIB
KULINER AYAM TALIWANG: Menu andalan yang ada pada Warung Taliwang Kadita Rembiga menyajikan olahan ayam taliwang dari ayam pejantan muda di Rembiga, pekan lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
KULINER AYAM TALIWANG: Menu andalan yang ada pada Warung Taliwang Kadita Rembiga menyajikan olahan ayam taliwang dari ayam pejantan muda di Rembiga, pekan lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Naiknya harga daging sapi saat Ramadan, ternyata tergantung dari kebijakan pemerintah daerah. Jika moratorium pengiriman ternak keluar daerah dicabut, secara otomatis harga daging akan naik.


Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli. "Saat ini harga daging sapi masih normal. Per kilogram Rp 125 ribu," katanya.


Yang justru mengalami penurunan harga adalah daging ayam. Dari Rp 30 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 25 ribu per kilogram.


Dulu kata Mutawalli, ada kebijakan daging tidak dikirim keluar daerah. Namun ketika moratorium ini dicabut pemotongan tak bisa dikontrol. Kadang izinnya 50 ekor dipotong, namun pada realitanya 100 ekor.


Biasanya kata Mutawalli, di setiap rumah pemotongan hewan (RPH) normalnya memotong sapi per hari 20 sampai 25 ekor. Namun kini, di tengah pandemi Covid-19 mereka hanya memotong setengahnya.


“Sebelum Korona pemotongan di RPH normal. Sekarang semuanya sepi,” kata dia.


Untuk harga daging selama Ramadan dipastikan normal. Tidak ada kenaikan. Bahkan harga daging pada bulan ini diprediksi akan turun karena tidak ada pembeli.


Sementara itu Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Gapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, untuk stok daging selama Ramadan aman. Bahkan tidak ada kenaikan karena sepinya pembeli di tengah pandemi Covid-19.


“Kita sudah cek ke distributor untuk daging beku stoknya mencukupi,” ujarnya.


Ketersediaan daging beku  stoknya tidak bisa diprediksi. Jika habis maka distributor akan mendatangkan kembali. Beda dengan daging ayam stoknya bisa diprediksi. Bisa mencukupi sampai Agustus mendatang. “Sekarang harga daging ayam turun,” tukas Nida. (jay/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Covid-19 #daging ayam