”Tidak ada korban jiwa. Tapi rukonya habis terbakar,” kata Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah, kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Salah seorang warga Sukaraja, Roni yang pertama kali melihat kemunculan api. Nasrullah mengatakan, saksi melihat percikan api dari atap ruko.
Percikan api muncul di ruko yang menjual bahan makanan cepat saji, Haifa Sosis. Tak lama setelah kemunculan bunga-bunga api, saksi mendengar ledakan. Yang diduga bersumber dari meteran listrik.
”Ledakan juga muncul dari kulkas penyimpanan makanan,” tuturnya.
Dari luar, Roni melihat bayangan api semakin membesar di bagian dalam ruko. Saat itu juga, kata Nasrullah, saksi berteriak meminta bantuan warga. Api yang terus membesar berusaha dipadamkan warga dengan alat seadanya. Air diangkut dan disiram bolak-balik ke sumber api, menggunakan ember.
Upaya warga tak mampu menjinakkan si jago merah. Api semakin membesar. Bahkan hingga membakar seluruh barang di dalam ruko. Lebih parah lagi, api juga merambat hingga ke ruko di samping Haifa Sosis.
Sadar situasi semakin berbahaya, sebagian warga menghubungi polisi dan TNI. Juga petugas pemadam kebakaran Kota Mataram. ”Petugas yang mendapatkan laporan langsung turun ke lapangan. Berusaha memadamkan api,” tuturnya.
Tak kurang ada sembilan mobil pemadam untuk mengatasi kebarakan tersebut. Damkar Kota Mataram menurunkan enam unit mobil. Dibantu tiga unit mobil water cannon dari Polda NTB dan Brimob.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, api baru bisa dikendalikan petugas sekitar pukul 07.20 Wita. ”Pagi hari sudah mulai berkurang nyalanya,” kata Suwandiasa.
Meski sudah tak terlihat lagi api saat itu, petugas masih melakukan penyiraman di lokasi kebakaran. Proses pendinginan ini memakan waktu lebih dari tiga jam. Agar bara tidak membesar menjadi api.
Suwandiasa mengatakan, kerugian yang diderita korban belum dapat dipastikan. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, jika dilihat dari kebakaran yang terjadi. ”Kerugiannya belum bisa dihitung ya. Karena masih ada penyelidikan dari kepolisian,” ujarnya. (dit/r3)
Editor : Administrator