Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tampung Warga Ahmadiyah, Wisma Transito Mataram Bakal Diubah Jadi Rusunawa

Administrator • Senin, 15 Juni 2020 | 18:09 WIB
HIDUP DAMAI: Dua anak warga dari jemaat Ahmadiyah terlihat hidup damai di asrama Transito, di Majeluk, Kecamatan Mataram. Tempat mereka tinggal ini rencananya akan dijadikan Rusunawa.(Ivan/Lombok Post)
HIDUP DAMAI: Dua anak warga dari jemaat Ahmadiyah terlihat hidup damai di asrama Transito, di Majeluk, Kecamatan Mataram. Tempat mereka tinggal ini rencananya akan dijadikan Rusunawa.(Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Kehidupan Jamaah Ahmadiyah di Wisma Transito belum banyak berubah. Harapan untuk hidup layak, masih terus dibicarakan pemerintah. ”Dalam jangka panjang, akan jadi keputusan secara nasional. Untuk penanganan yang utuh dan terpadu,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang.

Pekan kemarin, Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan konferensi video. Terkait penanganan Jamaah Ahmadiyah di lokasi pengungsian. Forum ini diikuti juga Pemkab Lombok Timur, Pemkot Mataram, dan Pemprov NTB.

”Kita juga berikan masukan di sana,” ujar Aweng, sapaan karibnya.

Khusus untuk penanganan covid, Jamaah Ahmadiyah disebut Aweng sudah tertangani dengan baik. Bantuan-bantuan dari pemerintah juga diberikan. Seperti JPS Gemilang dari Pemprov NTB hingga bantuan sosial dari Kemensos.

Selain itu, dari 35 kepala keluarga di sana, tidak ada satu orang yang terpapar covid. ”Bantuan yang menjadi hak mereka, sudah disalurkan. Seperti PKH, BPNT, sampai JPS Gemilang,” tuturnya.

Dalam jangka panjang, pemerintah belum mengambil keputusan konkret soal nasib Jamaah Ahmadiyah. Pembicaraan masih terus dilakukan. Terutama untuk penanganan secara utuh dan terpadu.

Aweng menerangkan, keputusan jangka panjang berkaitan dengan kelayakan tempat tinggal mereka. Termasuk lokasinya. Juga bagaimana para Jamaah Ahmadiyah bisa berinteraksi dengan warga lingkungan sekitar, dengan baik.

”Prinsipnya berdampingan dengan damai. Saling hormat menghormati antara satu dengan yang lainnya,” kata Aweng.

Meski belum ada keputusan pasti, Aweng menyebut sudah ada kesepahaman yang terjalin. Antara KSP, Pemprov NTB, Pemkab Lotim, dan Pemkot Mataram. Seperti, bagaimana untuk memberikan penanganan yang mendasar. Berkaitan dengan tempat layak untuk mereka tinggali.

Soal tempat tinggal ini, pemerintah sebelumnya merencanakan untuk membangun rusunawa. Atau, rumah tapak untuk Jamah Ahmadiyah. Hanya saja, hingga sekarang belum bisa terealisasi.

Disinggung soal itu, Aweng menolak anggapan bahwa pemkot menemui jalan buntu. Yang terjadi, komunikasi Pemkot Mataram dengan Kementeria PUPR terputus. Sehingga rencana pembangunan rusunawa atau rumah tapak, tak kunjung diwujudkan.

Sehingga, komunikasi tersebut nantinya akan dilanjutkan KSP. ”Nanti KSP yang melakukan komunikasi dengan (Kementerian) PUPR,” ucap Aweng.

Soal apakah rumah tapak atau rusunawa yang nanti akan dibangun, semuanya diserahkan kepada pemerintah pusat. Meski begitu, ada tawaran dari Gubernur NTB untuk membangun rusunawa di Wisma Transito. Tempat pengungsian Jamaah Ahmadiyah sekarang.

”Itu tawaran gubernur, bangun rusunawa di asrama Transito. Saya kira rumah tapak atau rusunawa, dua-duanya bagus,” tandas Aweng. (dit/r3) Editor : Administrator
#Asrama Transito #Mataram #jemaah Ahmadiyah