Menurutnya, Korona berimbas pada semua sektor. Khususnya sektor ekonomi. PAD dari pajak, retribusi dan BLUD juga jauh dari harapan. "Tadinya (target PAD) Rp 415 miliar. Terjadi penurunan sekitar Rp 170 miliar. Bahkan bisa jadi lebih dari itu," ungkapnya.
Rincian penurunan target PAD tersebut Rp 128 miliar untuk pendapatan dari pajak dan retribusi. Sementara Rp 42 miliar sisanya, pendapatan dari BLUD. "Hotel, restoran, dan usaha jasa menjadi yang paling kena imbas," bebernya.
Pemkot juga tak bisa berharap banyak pada RSUD Kota Mataram. Meskipun awalnya rumah sakit ini ditargetkan menyumbang PAD Rp 150 miliar. Namun kondisi pandemi membuat keuangan RSUD juga terdampak.
Kini, kata Sekda, target belanja di semua OPD dikurangi. "Banyak kegiatan yang tidak bisa terlaksana tahun ini akibat pandemi," tutur Eko.
"Satu-satunya jalan untuk mendongkrak pendapatan, kami akan mendorong OPD menggarap sektor lain secara optimal," ujarnya. (ton/r3) Editor : Administrator