Di CV Ujung Langit, tim langsung memeriksa bererapa sembako. Kerupuk, Gula, Beras, dan beberapa produk UMKM yang masuk JPS. Saat pengecekan, tim menemukan beras yang akan dibagikan ke masyarakat, berkutu.
“Semuanya (berat dan jumlahnya) sudah pas. Hanya beras kutuan ini kita minta diganti,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram HL Alwan Basri, kemarin.
https://www.youtube.com/watch?v=N7xmasSa3CQ
“Rekanan juga sanggup mengganti,” imbuh mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram itu.
Alwan meminta agar CV Ujung Langit mengganti semua beras. Terdapat tiga jenis beras yang diganti karena ada kutu. Dia juga akan meminta pihak Bulog mengecek beras di CV Ujung Langit ini. Apakah layak atau tidak dikonsumsi. “Yang lain-lainnya (Sembako, Red) sudah bagus. Takarannya juga sudah pas,” terang Alwan.
Dari komunikasi dengan pihak CV Ujung Langit, Alwan menuturkan, beberapa hari ini rekanan siap mengganti beras. Dan waktunya juga masih panjang. “Senin mulai didistribusikan ke kantor lurah,” terangnya.
Tak hanya di CV Ujung Langit, tim gugus lainnya juga mengecek sembako di CV Bangil Persada di Kekalik sebagai penyedia JPS. Sembako yang masuk JPS tahap II yang akan disalurkan sebagian besar takarannya lebih. Beras, Gula, Abon, dan sembako lainnya takarannya lebih.
Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, sesuai dengan hasil rapat ada beberapa item sembako diganti dan dikurangi. Biskuit diganti dengan beberapa olahan makanan produk UMKM. Begitu juga dengan sabun yang dulunya enam biji, dikurangi menjadi tiga biji. “Pokoknya total satu paket ini Rp 250 ribu,” kata Tura.
Paling lambat, pendistribusian JPS tahap dua untuk 32.548 kepala keluarga (KK) sudah sampai masyarakat 30 Juli mendatang. “Sebelum lebaran bantuan ini sudah sampai masyarakat,” pinta mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini.
Irma Erviana, perwakilan CV Ujung Langit mengatakan, pihaknya siap mengganti beras yang kutuan sesuai permintaan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram. Saat ini, kata dia, baru 8 ton yang datang dari kebutuhan 80 ton. Namun setelah ada penolakan dari gugus tugas maka beras akan diganti.
“Kalau yang lainnya sih tidak ada masalah. Kami hanya diminta ganti beras saja,” tutur perempuan berjilbab ini.
Direktur CV Bangil Persada Yosi Jorgi mengatakan, kesalahan yang sebelumnya menjadi pengalaman. Karena pada waktu itu belum ada timbangan. Belum lagi ia mempercayakan orang-orangnya yang menimbang sembako yang terdapat kurang takaran. “Kesalahan kemarin kita jadikan pengalaman,” ungkap dia.
Kini, hampir semua item sembako takarannya dilebihkan. Seperti beras rata-rata dilebihkan 150 sampai 200 gram. Begitu juga dengan gula dilebihkan 10 gram dan abon 5 gram.
Belajar dari sebelumnya, ia merasa tidak nyaman jika ada item sembako yang kurang untuk masyarakat terdampak Korona. Dia meminta barang-barang yang sudah siap ini bisa dikirim. Namun pemkot meminta agar paket sembako dikirim Senin (27/7) mendatang. “Kita ingin sih langsung dikirim. Ada seribu yang sudah dikemas. Kita siap kirim,” tuturnya
Jorgi merasa senang karena barang-barangnya diterima. Apalagi Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang dan Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura bersama pihak kepolisian mengecek langsung semabko JPS. Bahkan mereka menerima barang-barang yang memang layak dikonsumsi masyarakat. “Kita bersyukur bisa meyediakan sembako yang layak bagi masyarakat,” ungkapnya. (jay/r3)
Editor : Administrator