Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Ganti Lima Camat, Eselon II Siap-Siap Dimutasi

Administrator • Kamis, 1 Juli 2021 | 00:28 WIB
DAPAT AMANAH BARU: Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat melantik Camat Cakranegara Irfan Syafindra Soerati saat acara mutasi di halaman Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (29/6).( TONI/LOMBOK POST)
DAPAT AMANAH BARU: Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat melantik Camat Cakranegara Irfan Syafindra Soerati saat acara mutasi di halaman Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (29/6).( TONI/LOMBOK POST)
MATARAM-Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) menggelar mutasi perdana, kemarin (29/6). Hasilnya, lima camat diganti, dan hanya satu yang dipertahankan.

Yang pertama digeser adalah Camat Sandubaya Lalu Saharudin. Loyalis Wali Kota sebelumnya H Ahyar Abduh ini, dipindah menjadi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan di BPBD Kota Mataram. Kemudian Camat Selaparang Lalu Muksan Jalaludin yang dipindah menjadi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram.

Selanjutnya ada Camat Sekarbela Moh. Yusuf yang dipindah menjadi Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Kota Mataram. Sementara Camat Ampenan Syamsul Irawan dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Mataram. Sementara Camat Cakranegara lebih dulu meninggalkan jabatannya, alias pindah tugas ke Pemprov NTB.

Satu-satunya Camat di zaman H Ahyar Abduh yang masih bertahan adalah Zarkasyi (dulu menjabat Camat Mataram). Dia hanya digeser menjadi Camat Selaparang.

Dalam mutasi kemarin, total sebanyak 233 pejabat eselon III dan IV dilantik dan dikukuhkan di halaman Kantor Wali Kota Mataram menggunakan protokol kesehatan yang cukup ketat. “Promosi dan mutasi merupakan hal yang sudah biasa untuk penyegaran birokrasi dan organisasi,” buka Mohan dalam sambutannya.

Promosi dikatakannya diberikan kepada mereka yang dipandang memiliki prestasi. Supaya tidak jenuh di satu ruang lingkup pekerjaan. Maka pengembangan dan inovasi diharapkan bisa dilakukan di lingkungan yang baru.

Mutasi dengan jumlah pejabat struktural yang cukup besar dikatakan Mohan terpaksa dilakukan Pemkot Mataram di tengah situasi pandemi. Karena ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di Kota Mataram menyusul banyak jabatan yang kosong tidak terisi. Namun mutasi ditegaskannya tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Ia meminta mereka yang dimutasi maupun mendapat promosi tidak menyia-nyiakan amanah yang diberikan. “Kami membutuhkan dedikasi, etos kerja dan disiplin serta komitmen pejabat yang baru dilantik. Jangan ada persepsi ada tempat yang enak dan tidak enak,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada pejabat yang terlalu bahagia dan kecewa berlebihan dengan mutasi perdana yang dilaksanakan. Semua jabatan dikatakannya bisa menjadi ladang ibadah dan tempat pengabdian.

Pemerintah Kota Mataram melalui Baperjakat menempatkan para pejabat pada posisi yang baru didasarkan pada pemantauan dan juga evaluasi terhadap kinerja mereka selama ini.

“Setelah ini Insya Allah kami akan melakukan mutasi kembali untuk eselon II. Harapan saya tidak banyak, mari dengan amanah dan jabatan yang baru kami berharap kita bisa melaksanakan tugas dengan baik,” ujar pria yang juga sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Mataram dua periode tersebut.

Mohan meminta semua pejabat segera beradaptasi dengan tempat dan pegawai di lokasi yang baru. Kota Mataram dijelaskannya butuh akselerasi percepatan pembangunan karena situasi yang dihadapi sangat sulit. Dibutuhkan semangat kolektif dari semua ASN di Kota Mataram tanpa harus memandang apa jabatannya.

“Jangan mempertahankan jabatan mati-matian, jangan juga meminta jabatan apalagi menggunakan pendekatan yang tidak baik. Percayalah kalau itu anda lakukan, Tuhan tidak pernah menolong anda,” tegasnya.

Apa yang didapatkan saat ini menurutnya itulah yang terbaik. Amanah yang didapatkan juga bukan bentuk kekuasaan atau kewenangan. Melainkan bagaimana dengan jabatan tersebut bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Mataram.

Meski Wali Kota Mataram menyampaikan jika mutasi hanya untuk kebutuhan penyegaran birokrasi, namun indikasi penempatan para pejabat tidak lepas dari afiliasi mereka saat Pilkada Kota Mataram tahun 2020 lalu tak bisa dihindari. Meski tidak sepenuhnya dan penempatan juga didasarkan pada kompetensinya.

Misalnya penempatan para camat, kepala bidang, sekretaris OPD, kepala bagian hingga lurah. Posisi sejumlah camat mengalami perombakan wajah baru.

Misalnya posisi Camat Ampenan yang kembali dijabat oleh Muzakkir Walad yang sebelumnya merupakan Kepala Bagian Adminitsrasi Pembangunan. Ia menggantikan posisi Syamsul Irawan yang kini menjabat Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Mataram.

Kemudian Camat Sekarbela dijabat Cahya Samudra mantan Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram. Ia menggantikan Moh Yusuf yang kini menempati posisi baru sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Sementara Camat Sandubaya dijabat oleh Henny Suyasih yang sebelumnya menjadi Lurah Dasan Cermen. Ia menggantikan Lalu Saharudin yang kini menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Mataram.

Mantan Kabid Pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Edwin Zamroni mendapat amanah baru menjadi Camat Mataram menggantikan Zarkasyi. Sebaliknya Zarkasyi pindah tugas menjadi Camat Selaparang menggantikan posisi Lalu Muksan yang mendapat posisi baru sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Dinas Damkar Kota Mataram.

Terakhir, Irfan Syafindra Soerati yang sebelumnya menjabat Lurah Pagutan Timur kini menjabat sebagai Camat Cakranegara mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan pejabat sebelumnya.

Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengatakan para pejabat Eslon III dan IV diprioritaskan terlebih dulu mengingat izin untuk mutasi hanya bisa digunakan hingga 30 Juni hari ini. Jika tidak segera dilaksanakan, maka Pemkot Mataram harus segera mengurus izin kembali. “Sekarang semua jabatan lurah yang kosong sudah terisi. Kalau yang Eselon II bisa kapan saja. Sebenarnya juga sudah bisa dilantik,” jelasnya.

Hanya saja, ia beralasan pelantikan pejabat Eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) ditunda tidak bisa bersamaan dengan Eselon III dan IV karena akan melebihi kapasitas lokasi mutasi. Kaitannya dengan protokol Covid-19.

“Kami kejar tayang dulu (bagi yang eselon III dan IV). Kami khawatir kalau lewat tanggal 30 harus izin lagi. Eselon II masih bisa dilaksanakan kapan-kapan,” tandasnya. (ton/r3)

 

Camat Baru di Kota Mataram

Muzakkir Walad                 : Camat Ampenan

Cahya Samudra                 : Camat Sekarbela

Henny Suyasih                   : Camat Sandubaya

Edwin Zamroni                    : Camat Mataram

Irfan Syafindra Soerati         : Camat Cakranegara

Zarkasyi                              : Camat Selaparang Editor : Administrator
#Camat #Mutasi #Pelantikan