Dampak pandemi Covid-19 melumpuhkan sendi perekonomian di segala bidang. Bagaimana tidak? Semua aktivitas warga di batasi secara maksimal. Akibatnya, omzet dan penghasilan warga yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan terjun bebas.
“Dampak pandemi sangat-sangat kami rasakan. Mulai dari istilah lock down sekarang PPKM. Luar biasa dampaknya pada usaha pangkas rambut,” ungkap Andi Black, salah satu pegawai The Hope Barbershop kepada Lombok Post.
The Hope Barbershop menjadi salah satu tempat pangkas rambut kenamaan di Kota Mataram. Tempat ini selalu menjadi langganan para generasi milenial hingga pejabat, ASN hingga para pengusaha di Kota Mataram. Maklum, para pegawainya merupakan penata rambut berpengalaman dari berbagai latar belakang.
“Dari anak muda milenial, pegawai PNS, swasta hingga Dokter Jack sering datang ke tempat kami,” tutur Andi.
Penata rambut di The Hope Barbershop ada empat orang mulai dari Andi, Koko, Mahmud dan Mifta. Salah satu dari mereka yakni Mifta pernah bekerja di Rudi Hadisuwarno di Jakarta. Pengalaman yang didapati kemudian ia terapkan di Hope Barbershop bersama rekan-rekannya.
Sayang, usaha mereka sempat terhambat ketika terjadi lock down dan PPKM Darurat di Kota Mataram. Warga tak ada yang keluar rumah. Akibatnya pengunjug kian sepi. Bahkan per hari bisa jadi tak ada yang datang sama sekali. Karena pemerintah memang sangat membatasi aktivitas warga keluar rumah.
“Sampai-sampai dulu kami akhirnya menerima panggilan keluar tempat kerja saking sepinya. Kami datang ke lokasi pangkas rambut di Hotel hingga kantor-kantor,” tutur Andi.
Ini sebagai salah satu upaya untuk tetap eksis dan memenuhi permintaan pelanggan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tidak diketahui sampai kapan akan berkesudahan.
Para pegawai merasakan betul dampaknya sampai sekarang. Mereka yang biasanya menerima pelanggan per hari 30-40 orang per hari mengalami penurunan drastis. Beruntung situasi perlahan membaik. Kini pengunjung yang datang mulai kisaran 15-20 orang.
Pelanggan yang datang ke The Hope Barbershop biasanya pasti akan kembali lagi. Selain mereka mendapatkan kepuasan maksimal, tarif pangkas rambut yang ditawarkan sangat terjangkau. “Standar tarif kami hanya Rp 35 ribu,” cetus Andi.
Hope Barbershop mulai buka sejak pukul 12.00 siang hingga pukul 21.00 Wita. Di luar jam kerja tersebut, para pegawai pun kini siap menerima panggilan. Sebagai salah satu upaya untuk menyiasati kondisi pandemi. “Kami harus benar-benar adaptasi dengan pandemi ini,” ungkap Andi. (ton/r3)
Editor : Galih Mps