“Tujuh lingkungan yang masuk zona merah Covid-19 karena memiliki kasus positif lebih dari lima orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi, kemarin (12/8).
Dari data Dikes Kota Mataram, tujuh lingkungan itu adalah, Lingkungan Karang Sukun, Melayu Timur, Karang Pule, Kodya Asri, dan Banjar Intaran.
Dikatakan Usman, berdasarkan hasil evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kota Mataram per 9 Agustus, dari total 325 lingkungan se-Kota Mataram, tercatat 168 lingkungan zona hijau atau 57,23 persen, 108 lingkungan zona kuning atau 33,23 persen, 24 lingkungan zona oranye atau 7,38 persen, serta 7 lingkungan zona merah atau 2,15 persen.
“Lingkungan dengan zona merah saat ini sedang dilakukan berbagai intervensi bekerja sama dengan lurah dan kepala lingkungan,” tutur Usman.
Dalam intervensi tersebut, lanjut dia, akan dilakukan upaya pemantauan melalui tim medis dari masing-masing puskesmas terdekat. Disamping itu, dilakukan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
”Warga yang isolasi mandiri kita tempelkan stiker guna memudahkan penanganan dan pengawasan,” ucapnya.
Dia berharap tujuh lingkungan dengan zona merah bisa segera menjadi zona hijau penyebaran Covid-19. Sementara lingkungan zona oranye dan kuning terus meningkatkan pencegahan agar menjadi zona hijau. “Lingkungan zona hijau harus bisa mempertahankan upaya pencegahan apa yang sudah dilakukan,” tuturnya.
Sementara Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menekankan agar lurah terus bekerja menangani penyebaran Covid-19 di masing-masing lingkungan. Dia ingin setiap pintu masuk di lingkungan ada spanduk yang isinya imbauan penerapan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker setiap keluar rumah. Membatasi mobilisasi keluar daerah.
“Ini harus ada di setiap lingkungan. Kalau ini saja tidak bisa dilakukan saya minta bapak-bapak (lurah) jadi seklur saja,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.
Dia juga ingin lurah bisa memantau pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Karena tidak jarang pasien yang melakukan isoman lepas dari pengawasan. Mereka membutuhkan tenaga medis untuk melakukan perawatan.
“Jangan sampai mereka pada fase berat baru dilarikan ke rumah sakit,” kata Mohan.
Tak hanya itu, Mohan juga meminta aktivitas di lingkugan dibatasi. Seperti senam pada sore hari paling tidak jumlahnya dibatasi. Jangan sampai banyaknya kerumunan pada senam menjadi media penularan.
“Kita tidak melarang orang senam. Karena ini bisa meningkatkan imun. Tapi jumlahnya dibatasi dan menjaga jarak,” tukasnya. (jay/r3) Editor : Administrator