Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lapak Bundaran Mataram Tak Ditempati, PKL Nekat Jualan di Pinggir Bypass

Administrator • Minggu, 6 Februari 2022 | 12:54 WIB
BERJUALAN: Sejumlah pedagang kaki lima kembali berjualan di area jalur by pass dekat Gerbang Tembolak hingga Bundaran Mataram Metro, Senin (11/1) lalu.( TONI/LOMBOK POST)
BERJUALAN: Sejumlah pedagang kaki lima kembali berjualan di area jalur by pass dekat Gerbang Tembolak hingga Bundaran Mataram Metro, Senin (11/1) lalu.( TONI/LOMBOK POST)
MATARAM-Lapak bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dekat Bundaran Mataram Metro belum juga ditempati. Para PKL lebih memilih berjualan di jalur bypass pintu masuk Kota Mataram. Meski mereka beberapa kali harus berurusan dengan aparat Satpol PP Kota Mataram.

"Sampai sekarang tidak ditempati PKL karena lapak di Bundaran Mataram Metro kapasitasnya tidak memadai," kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Mataram M Syahidin, kemarin (4/2).

Informasi awal yang diterima para PKL, mereka akan dibangunkan tempat berjualan di area eks Lesehan Bebek Pondok Galih. Ini pun disambut antusias pedagang karena lokasi tersebut memang cukup luas dan memadai.

Namun kenyataannya, lapak yang disiapkan Pemkot Mataram dinilai tidak sesuai harapan pedagang. "Tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pemerintah. Jadi mereka tetap berjualan di jalur by pass. Kalau kita mau melarang juga nggak bisa," ungkap Syahidin.

Para PKL Kota Mataram sebenarnya juga dikatakannya sudah mengikuti permintaan pemerintah untuk tidak berjualan di area jalur bypass. Namun pedagang di luar kota Mataram khususnya wilayah Lombok Barat justru dibiarkan berjualan di area bypass. Ini yang membuat PKL yang sudah ditertibkan kembali muncul.

"Pemerintah sendiri tidak menjawab kebutuhan PKL untuk relokasi," sesalnya.

Ia sadar jelang event MotoGP, pemerintah tengah giat melakukan penataan kota. APKLI Kota Mataram sendiri sudah berupaya membantu pemerintah menata PKL agar tidak terlihat semrawut. Misalnya dengan pembinaan PKL di Arena Buah Cakranegara. Para pedagang diminta supaya mundur dari garis putih badan jalan.

"Lapak yang tidak ditempati juga kami minta dibongkar supaya tidak kelihatan kumuh dan semrawut. Kami sudah imbau pedagang, kalau tidak dipatuhi kami dari APKLI Kota Mataram siap membongkarnya," tegasnya.

Terpisah, pedagang yang ada di area jalur bypass dekat Bundaran Mataram Metro juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka masih enggan menempati lokasi lapak seluas 4 are yang dibangun Dinas PUPR Kota Mataram dengan anggaran ratusan juta.

"Jumlah pedagang ratusan lebih. Tidak bisa menampung kami semua di sana. Sementara jualannya kan beda-beda," ujar pedagang asal Kelurahan Jempong Baru tersebut.

Akibatnya pedagang dikatakannya nekat berjulan kembali di jalur bypass. Meski mereka harus kucing-kucingan dengan aparat Satpol PP.  "Harapan kami sebenarnya eks Lesehan Bebek Pondok Galih itu yang diizinkan pedagang menempatinya. Karena itu kan memang cukup luas," katanya. (ton)

 

 

  Editor : Administrator
#Kota Mataram #PKL #Bundaran Mataram