Dengan selesainya perbaikan Bale Kambang, diharapkan kunjungan ke Taman Mayura bisa meningkat. Khususnya dari tamu kalangan penonton MotoGP di Bulan Maret mendatang.
"Perbaikan dilakukan Dinas Purbakala Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali," kata Gusti Ngurah Sugata penjaga Taman Mayura dari Dinas Purbakala kepada Lombok Post.
Bangunan Bale Kambang yang didirikan sekitar tahun 1744 itu tiangnya patah dan atapnya roboh akibat angin kencang. Setelah dua tahun, baru tempat yang biasa digunakan untuk pertemuan kerajaan oleh Raja Anak Agung Ngurah Anglurah Karangasem akhirnya bisa diperbaiki.
Ditanya mengenai berapa biaya perbaikan Bale Kambang tersebut, Sugata mengaku tidak tahu pasti. Karena pembiayaan sepenuhnya berasal dari Dinas Purbakala Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali.
Kini dengan selesainya perbaikan Bale Kambang ini, diharapkan bisa kembali menarik kunjungan wisatawan ke Taman Mayura. Karena Taman Mayura menjadi satu-satunya situs bersejarah di tengah kota yang menawarkan suasana ketenangan dan kedamaian bagi wisatawan.
"Semenjak pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan sangat sepi. Event juga tidak boleh karena menghindari keramaian," lanjut Sugata.
Padahal, sebelumnya Taman Mayura selalu ramai dikunjungi. Khususnya di akhir pekan. Baik oleh warga lokal, wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara. Wisata Taman Mayura menawarkan suasana asri yang sejuk di tengah hiruk pikuk kota yang sibuk.
Di sini biasanya menjadi pusat rekreasi masyarakat untuk berolahraga joging atau sekadar rekreasi berfoto. "Dulu sebelum pandemi juga sering ada event di sini. Makanya ramai. Tetapi setelah pandemi, event dibatasi jadi pengunjung juga makin sepi," tutur Dewa, salah satu penjaga pintu masuk Taman Mayura.
Diharapkan setelah pandemi usai, berbagai event budaya bisa diadakan pemerintah kota di Taman Mayura. Agar menarik minat kunjungan wisatawan. Misalnya seperti event budaya presean atau event kesenian lainnya. "Agar bisa memberikan dampak terhadap masyarakat di sekitar sini," harap Dewa. (ton)
Editor : Administrator