Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dilantik Jadi Kadisdik Mataram, Ini Program yang Akan Dijalankan Yusuf

Administrator • Selasa, 9 Agustus 2022 | 07:58 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf. (Foto: Toni/Lombok Post)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf. (Foto: Toni/Lombok Post)
MATARAM-Yusuf langsung tancap gas. Sejumlah program segera dijalankan usai dilantik menjadi kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Mataram. Salah satunya pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. “PTM penuh harus tetap jalan meski ada siswa terpapar Korona,” kata dia, Senin (8/8).

Dia menilai, pembelajaran dalam jaringan (daring) kurang maksimal. Tidak semua sekolah bisa menerapkan pembelajaran daring karena keterbatasan infrastruktur. Jadi untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota ini PTM penuh harus tetap jalan. “Tidak semua wali murid memiliki HP (handphone) android dan kuota untuk melaksanakan pembelajaran daring,” ujar pria yang pernah menjadi guru di SMPN 15 Mataram ini.

Yusuf akan melakukan evaluasi PTM penuh di sekolah. Dia akan meminta Satgas Covid-19 di sekolah menjadi ujung tombak dalam mencegah penularan Covid-19. Disamping itu,  persiapan infrastruktur dalam mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah mulai dari tempat cuci tangan, masker, handsanitizer, dan thermal gun harus ada. “Ini harus dipersiapkan pihak sekolah,” ujar Yusuf.

Beberapa pekan ini prokes di sekolah mulai kendor seiring kasus Covid-19 melandai. Namun kini kembali terjadi tren peningkatan kasus, terutama di Pulau Jawa. Agar pelaksanaan PTM penuh berjalan baik dengan penerapan prokes, Yusuf akan melibatkan peran musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) dan kelompok kerja kepala sekolah (K3S) serta pengawas guna mengawasi prokes di setiap sekolah. “Pengawas akan turun mengecek prokes di sekolah,” ucap Yusuf.

Dikatakan, jika prokes berjalan dengan baik maka akan mencegah penularan Covid-19. Jadi pihaknya  ingin penerapan prokes berjalan dengan baik agar PTM penuh bisa maksimal. Jikapun ada siswa terpapar Covid-19 kata dia, tidak serta merta sekolah akan ditutup. Misalnya sebut dia, seorang siswa kelas III terpapar Korona otomatis yang ditutup rombongan belajar yang itu saja. “Kelas lain tetap belajar seperti biasa. Siswa yang positif Korona tidak boleh masuk dulu sebelum sembuh,” ucap Yusuf.

Pada prinsipnya  lanjut dia, penerapan prokes di sekolah akan mencegah terjadinya penularan Covid-19. Apalagi sekarang ini siswa lagi semangat melaksanakan belajar mengajar di sekolah. “Kalau belajar daring ibarat masakan tanpa garam. Rasanya hambar,” kata Yusuf mengumpamakan.

Ketua MKKS Kota Mataram H Sibawaeh mengatakan, penerapan prokes akan menjadi kunci mencegah penularan Covid-19. Saat ini kata dia, sejumlah sekolah, khususnya jenjang SMP menerapkan prokes di sekolahnya masing-masing guna mencegah penularan Korona.

“Kalau kita di sini (SMPN 6 Mataram) setiap siswa yang datang dicek suhu tubuhnya. Kalau tinggi atau demam diizinkan belajar di rumah dulu,” kata pria yang juga menjabat kepala SMPN 6 Mataram.

Tak hanya siswa yang demam lanjut Sibawaeh,  siswa yang batuk dan pilek juga diberikan dispensasi untuk belajar dari rumah. “Kalau sudah sehat baru belajar di sekolah,” pungkasnya. (jay/r3) Editor : Administrator
#Dinas Pendidikan #Yusuf #Mataram