“Seminggu yang lalu kami mendapatkan perintah dari Kementerian Agama RI untuk segera menyelesaikan dokumen sisa jamaah haji yang tidak diberangkatkan tahun ini. Mereka akan diprioritaskan berangkat tahun depan,” jelas Kepala Seksi Perjalanan Haji dan Umroh (PHU) H Kasmi kepada Lombok Post.
Diketahui, mereka yang gagal atau ditunda keberangkatannya ke tanah suci tahun ini sebagian besar jamaah yang usianya 65 tahun ke atas. Mereka seharusnya berangkat tahun 2020 lalu. Namun karena situasi pandemi Covid-19, dua tahun terakhir pemberangkatan ditiadakan karena Covid-19.
Pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia baru bisa dilakukan tahun ini. Itu pun kuotanya dibatasi. Ditambah, Pemerintah Arab Saudi membuat aturan jika mereka yang bisa berangkat tahun ini adalah usianya yang di bawah 65 tahun. Mencegah risiko buruk penularan Covid-19 bagi para jamaah. Otomatis, jamaah yang mendapatkan nomor porsi panggilan namun usianya di atas 65 tahun tidak bisa berangkat ke tanah suci.
Dampaknya, hanya setengah dari jumlah pemberangkatan biasanya yang akhirnya bisa terbang ke tanah suci tahun ini.
“Itu memang aturan dari Pemerintah Arab Saudi. Tapi sekarang semua dokumen mereka (yang ditunda keberangkatannya) akan disiapkan agar bisa diberangkatkan tahun depan. Jumlah sisanya nanti agar bisa mencapai kloter utuh menunggu pemerintah Arab Saudi. Ada sisa 300 jamaah tahun lalu yang karena aturan usianya tidak bisa berangkat,” paparnya.
Calon jamaah haji yang kini usianya di atas 65 tahun, maka mereka akan menjadi prioritas. Ditambah mereka yang memang mendapatkan nomor porsi pemberangkatan sebagaimana mestinya. “Jadi betul mereka yang berangkat tahun depan adalah mereka yang tidak bisa berangkat tahun lalu yang usianya 65 tahun,” imbuhnya.
Rata-rata kuota jamaah haji asal Kota Mataram yang berangkat sebelum Covid-19 jumlahya sekitar 731 jamaah. Namun tahun ini akibat situasi Covid-19, hanya setengah dari kuota umum yang bisa diberangkatkan.
“Pemberangkatan tahun ini hanya 399 jamaah termasuk di dalamnya pendamping. Mudahan kita tunggu keputusan pemerintah Arab Saudi agar bisa pemberangkatan normal dengan kuota sebelumya,” doanya.
Pihak Kemenag Kota Mataram mengaku sudah menginformasikan kepada jamaah mengenai mereka yang akan jadi prioritas keberangkatan tahun ini. Rencana pemberangkatannya diperkirakan Bulan Juni tahun 2023. Sekarang sudah mulai dilakukan pemberkasannya. (ton/r3) Editor : Administrator