----------------------
Meski berprofesi sebagai tenaga kesehatan, Hemanto juga aktif menjadi guru. Maklum, sebelum bertugas di RSUD Kota Mataram, ia juga mengajar pada salah satu SMK kesehatan di Kota Mataram.
Ia menggagas program lintas pendidikan dan seni tradisional dalam membentuk karakter anak bangsa dan ajang promosi pariwisata daerah Pulau Lombok. Program ini didirikan pada tahun 2013 yang beralamatkan jalan TGH Ali Batu jalur lingkar selatan Kota Mataram.
Bentuk kongkret dalam program ini adalah memberikan keterampilan kepada anak-anak atau peserta didik dalam memperagakan seni dan pendidikan. Kesenian ini dapat diajarkan kepada anak-anak tanpa memandang usia, kondisi fisik maupun mental seorang anak.
"Pemberian pendidikan seni akan menumbuhkan berbagai kecerdasan kinestetik, serta belajar untuk dapat mengapresiasikan keberagaman budaya Indonesia melalui gerakan tarian tarianya," paparnya.
Selain itu, pendidikan seni menurutnya bertujuan juga untuk memperkenalkan budaya masyarakat Sasak Lombok di kancah nasional maupun internasional. Pendidikan seni tidak hanya memberikan pengetahuan secara kognitif, melainkan secara komperhensif, anak diajak untuk menikmati , menghayati, menghargai karya seni dengan menjadi pelaku atau penonton.
Ia menilai, dengan adanya kegiatan seni tari dapat melestarikan kebudayaan negara sendiri. Mengajak seseorang berimajinasi dan mampu meningkatkan daya kreatifitasnya.
Di kalangan para pegawai RSUD Kota Mataram, Hermanto atau biasa disapa Anto dikenal supel. Ia adalah pegawai yang dikenal ramah kepada siapa saja. Tidak hanya pasien tetapi juga di kalangan rekannya sesama karyawan rumah sakit.
Saat ini, Anto aktif sebagai staf Humas RSUD Kota Mataram dan tergabung dalam tim SMILE Dancer rumah sakit. Dia juga dikenal sebagai salah satu influencer Lombok. Bidang lain yang digelutinya, Anto aktif sebagai MC (master of ceremony) sejumlah acara.
Tak hanya itu, Anto juga memiliki segudang prestasi, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non akademik. Beberapa diantaranya yakni 10 besar Guru berprestasi Kota Mataram Tahun 2015, finalis bintang Indonesia 2015, penerima anugerah IDAP Jakarta 2016, hingga wisudawan terbaik 1 dengan IPK 4,00. Ia juga pernah menjadi kader P4GN BNN Kota Mataram, finalis Show Your Dance Tingkat Provinsi NTB, Mahasiswa teladan STIKES Yarsi Tahun 2009, juara pidato tingkat desa dan Kecamatan banyak diraihnya.
Tahun lalu, ia mendapat penghargaan sebagai nakes teladan yang telah memiliki dedikasi merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid 19 Kota Mataram. Saat itu Anto merupakan koordinator rumah sakit darurat yang memanfaatkan hotel sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19. Ia mengajak para pasien untuk rutin olahraga, senam dan aktivitas menyenangkan lainnya. Inovasinya tersebut berhasil membuat imun pasien Covid-19 meningkat sehingga mereka tidak butuh waktu lama dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit darurat.
Pria kelahiran 31 Desember 1988 tersebut mengakui dirinya tidak pernah menduga kalau akan bisa meraih banyak prestasi di berbagai bidang baik tingkat daerah maupun nasional,
"Alhamdulillah saya bersyukur, semuanya tidak lepas dari dorongan keluarga yang selalu memberikan support. Semoga kedepan saya bisa lebih baik lagi," ucap Anto.
Atas prestasi yang diraihnya, ia banyak mendapat tawaran dan undangan untuk mengisi acara. Salah satunya diundang kembali oleh panitia Satu Indonesia Award (SIA) menjadi peserta roadshow SIA di Mataram yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2023 di Ballroom Hotel Lombok Raya. (hamdani wathoni)
Editor : Baiq Farida