“Kunjungan memang beberapa hari ini tinggi sekali. Apa mungkin karena RSUD Provinsi NTB naik jadi tipe A. Sehari itu data kunjungan kami 700 orang, kadang sampai 900 orang bahkan kisaran 1.000 orang,” jelas Direktur RSUD Kota Mataram dr. Hj Eka Nurhayati kepada Lombok Post.
Kunjungan pasien pang paling banyak di poli saraf, jantung, hingga penyakit dalam. Kemudian ada juga yang menyebar di beberapa poli lainnya. Ramainya kunjungan ke RSUD Kota Mataram ini bahkan membuat area parkir kendaraan motor hingga mobil penuh. Akibatnya, beberapa kendaraan pasien maupun keluarganya terpaksa pakir di bahu jalan raya depan RSUD Kota Mataram.
Dengan kondisi ini, RSUD Kota Mataram sebenarnya sudah berupa melakukan penataan area parkir. Caranya dengan membangun pintu gerbang utama yang pitu masuknya terintegrasi dengan pintu keluar. “Agar kendaraan mudah keluar masuk dan bisa langsung berhadapan dengan lobi rumah sakit. Kami bangun sesuai Andalalin Dinas Perhubungan. Kami jadi pilot procet untuk instansi layanan publik,” jelas Dokter Eka, sapaannya.
Dengan pentaan pintu masuk dan area parkir, diharapkan nantinya pasien bisa lebih merasa nyaman datang berobat ke RSUD Kota Mataram.
Kasubbag Humas RSUD Kota Mataram Yuda Prasetya menambahkan, ramainya kunjungan ini membuat pihak rumah sakit akhirnya memaksimalkan layanan poli sore. Layanan ini memang sudah tahun lalu semenjak Dokter Eka menjabat sebagai direktur sudah mulai diberikan ke masyarakat. Namun sebelumnya, layanan poli sore tidak seramai seperti saat ini.
“Sekarang bahkan sampai malam pukul 20.00 Wita kami memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang di poli sore,” beber Yuda, sapaannya.
Yuda menambahkan, untuk penataan parkir dan pintu gerbang, pembangunannya sudah mulai dilaksanakan sejak Bulan Mei lalu. Anggaran pembangunan gerbang pintu masuk dan pintu keluar ini sebesar Rp 600 juta. “Bulan September nanti bangunan gerbang ini harus selesai. Karena kontraknya sekitar empat bulan,” jelasnya.
Diharapkan, dengan gerbang pintu masuk yang baru ini pengunjung rumah sakit semakin merasa nyaman. Ditambah, pintu masuk kendaraan pasien maupun keluarga pasien dengan pintu masuk kendaraan ambulans menuju gedung IGD juga kini terpisah. (ton/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post