Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selamat, Kelurahan Sayang-Sayang Mataram Berhasil Turunkan Angka Stunting

Redaksi Lombok Post • Jumat, 25 Agustus 2023 | 14:15 WIB

H Rony Aprianto
H Rony Aprianto
MATARAM-Kasus Stunting di Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara Kota Mataram turun. Tahun 2023 ini jumlah kasus menyisakan 20 persen. Padahal, pada tahun 2022 lalu, kasusnya mencapai 50 persen lebih.

"Alhamdulillah tahun ini tinggal 20 persen kasus stunting kita. Kalau untuk jumlah orangnya, saya kurang ingat. Yang jelas sampai bulan Agustus ini tinggal 20 persen. Untuk jumlah pasti datanya sedang diinput," ungkap Lurah Sayang-sayang, H Rony Aprianto kepada Lombok Post saat ditemui, Kamis (24/08).

Kata dia, Penurunan angka stunting berkat kerja keras dan upaya yang dilakukan oleh Kelurahan dengan melibatkan semua kalangan masyarakat. Mulai dari Karang taruna, Kader Posyandu dan Puskesmas. Dengan penyediaan pasilitas yang memadai di semua layanan Posyandu dan pemberian makanan tambahan bagi ibu-ibu hamil maupun bayi yang datang Posyandu.

Penurunan angka stunting ini salah satunya juga dampak dari program bakti stunting yang galakkan. Program ini dikalim bisa meningkatkan status gizi anak dan sasaran lainnya. Khusus untuk bakti stunting, pihaknya melibatkan sejumlah pengusaha yang ada di lingkungan Sayang-sayang. Untuk berkontribusi  dengan memberikan bantuan makanan tambahan berupa telur yang akan disalurkan kepada sasaran.

"Alhamdulillah berkat upaya itu kasus stunting sudah mulai menurun. Kami harap Posyandu kita bisa mencapai strata mandiri," ujarnya.

Disebutkan, penurunan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat mengikuti program posyandu, baik anak-anak, remaja dan orang tua. Peran aktif mengikuti posyandu dinilai memiliki dampak besar terhadap penurunan stunting. Termasuk terhadap kesehatan masyarakat.

Melihat penurunan angka stunting pada tahun ini, dirinya optimis bahwa kasus stunting di Kelurahan Sayang-sayang akan terus mengalami penurunan. Kendati demikian pihaknya mengaku bahwa persoalan stunting tidak bisa dihilangkan 100 persen atao zero kasus.

Selain percepatan penurunan stunting, berbagai program pencegahan kemunculan kasus stunting juga terus digalakkan. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Sebab pernikahan dini salah satu pemicu munculnya kasus-kasus stunting.

"Sekarang kasus pernikahan dini juga sudah mulai berangsur turun. Kesadaran masyarakat juga sudah tinggi. Jika penyebab sudah bisa ditekan maka kemunculan kasus baru juga bisa kita tekan. Mungkin tidak bisa 100 persen bisa kita selesaikan, tapi setidaknya kita bisa tekan kasusnya dengan kemunculan kasus baru," tandasnya. (cr-par/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #H Rony Aprianto #Gizi Buruk #kasus stunting #Cakranegara #sayang