Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tahu Abian Tubuh Mataram Masih jadi Primadona

Redaksi Lombok Post • Minggu, 27 Agustus 2023 | 09:42 WIB

LARIS MANIS: Rabiq, salah satu warga Abian Tubuh Baru saat memproduksi tahu di rumahnya, beberapa waktu lalu.
LARIS MANIS: Rabiq, salah satu warga Abian Tubuh Baru saat memproduksi tahu di rumahnya, beberapa waktu lalu.
LOMBOKPOST-Tahu hasil produksi Lingkungan Karang Pelambik, Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya hingga saat ini masih menjadi primadona masyarakat. Hal ini dilihat dari tingginya permintaan di sejumlah pasar di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Rabiq Produsen sekaligus penjual Tahu asal Kelurahan Abiantubuh Baru, Kota Mataram mengatakan, tahu Abian tubuh ini memang dari dulu sudah dikenal oleh masyarakat. Baik yang ada di Kota Mataram, Lombok Barat bahkan sampai Lombok Timur. Karena rasa dan ukuran yang lebih besar.

"Pertama karena rasanya, kemudian ukuran yang lebih besar dari tahun-tahun yang lain. Itu sih katanya orang-orang yang beli. Saya kalau jualan di pasar jam 09 itu sudah habis terjual bahkan ada pelanggan yang tidak kebagian," ungkapnya.

Di satu sisi, ia juga mengkeluhkan tingginya harga bahan baku pembuatan tahu, yakni kedelai. Harga kedelai sejak beberapa bulan lalu sangat mahal. Dalam dalam 10 karung saat ini dibeli dengan harga Rp 6, juta sampai 6,5 juta. Dengan isian perkarung 50 kilogram. Sementara pada bulan sebelumnya, biasanya dibeli dengan harga Rp 5 juta per 10 karung dengan isin yang sama.

Kendati harga bahan pokok mengalami kenikan. Tapi tidak berpengaruh terhadap harga jual, harga tetap sama dengan hari-hari biasa. Hanya saja tingkat ketebalan dan ukuran yang sedikit berubah dari biasanya, seharga Rp 40 ribu per dua papan atau keranjang. Tapi jika diecer langsung bisa mencapai Rp 50 ribu.

"Karena kan ada pedagang yang datang dari Lobar ngmbil, itu kita kasih Rp 40 ribu per dua papan. Tapi kalau kita yang jual sendiri bisa lebih mahal," ungkapnya.

Sebagain besar tahu ini banyak diambil oleh penjual gorengan dan rumah makan. Hal ini dinilai sebagai salah satu penyebab larisnya tahu dipasaran selain paktor rasa dan ukuran. Dalam 10 hari Rabiq biasanya meraup keuntungan mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

Proses pembuatan tahu bisanya akan memakan waktu  6-7 jam. Dalam sekali produksi mampu memperoduksi 42-50 papan tahu. Namun pada hari-hari perayaan hari besar Islam (PHBI) seperti menjelang Lebaran IdulFitri, Idul Adha dan Maulid, jumlah produksi tahu akan meningkat dua kalilipat sampai 100 papan per hari.

"Kalau hari-hari perayaan PHBI bisanya kita buat dua kali lipat dari biasanya. Dan itu juga kadang kita kulahan. Selain saya jual sendiri bisaya da juga pedagang yang datang ambil," ungkapnya.

Selain di jual di Pasar-pasar yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat. Tahu Abiantubuh ini juga banyak di bawa ke pasar-pasat yang ada di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Habis sampai siang. Banyak yang mengambil dari Lombok Barat.

Sementara itu, air limbah sisa pembuatan tahu akan diolah menjadi biogas dan dimanfaatkan untuk masak sehari-hari. Tidak jarang juga ada orang yang meminta untuk membeli limbah air tahu ini.(cr-par/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #tahu #Lombok Barat #pasar #Abian Tubuh #Lombok Timur