“Sudah kami sampaikan usulan ke Balai Perumahan dan Kementerian. Termasuk melalui aplikasi yang disiapkan,” jelas Fikri, kepada Lombok Post.
Usulan untuk bantuan gedung Rusunawa ini diajukan Pemkot Mataram menyusul saat ini masih banyak warga yang belum bisa diakomodir di Rusunawa Bintaro. Mengingat Rusunawa tersebut hanya bisa mengakomodir sebanyak 44 kepala keluarga. Sementara warga yang belum memiliki hunian di wilayah tersebut jumlahnya lebih dari itu. Sehingga ada beberapa yang saat ini masih tinggal di hunian sementara.
“Ini kami sudah usulkan. Mudahan tahun depan bisa dapat,” harap Fikri.
Ia menjelaskan, saat ini Kota Mataram masih bisa membangun tiga gedung Rusunawa. Dengan rincian dua gedung ada di area Rusunawa Bintaro, satu sisanya di Rusunawa Montong Are. Kehadiran Rusunawa diyakini akan mengurangi angka backlog atau jumlah kepala keluarga yang tidak memiliki rumah.
“Kalau backlog ini tergantung swasta dan usaha individu masing-masing. Kami di Dinas Perkim berupaya mewujudkan perumahan dan pemukiman yang layak huni bagi masyarakat,” sambungnya.
Salain mengusulkan pembangunan gedung Rusunawa, Dinas Perkim juta mengusulkan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk. Tepatnya di selatan Kali Jangkuk Ampenan. Ini untuk membuat aksesbilitas dan mobilitas warga bisa lebih mudah seperti penataan yang telah dilakukan di wilayah utara kali tersebut.
“Kami terus berupaya bekerja sama dengan pihak kementerian, karena untuk menyiapkan hunian yang layak dan pemukiman yang tidak kumuh tidak bisa hanya kita mengandalkan APBD. Kami sebagai Kepala OPD dituntut berinovasi,” kata Fikri.
Kepala UPT Rusunawa Dinas Perkim Kota Mataram Lalu Muhammad Zohri juga menyampaikan jika Rusunawa saat ini memang masih dibutuhkan di Kota Mataram. Meskipun, saat ini sudah ada empat lokasi dibangunnya Rusunawa.
“Ada Rusunawa Selagalas, Rusunawa Mandalika, Rusunawa Montong Are dan yang terbaru Rusunawa Bintaro. Kita masih bisa bangun tiga di lokasi yang ada dan itu memungkinkan,” katanya.
Di Rusunawa Bintaro terdapat 44 kamar. Kemudian di Rusunawa Selagalas terdapat 99 kamar. Sementara di Rusunawa Mandalika terdapat 198. Terakhir di Rusunawa Montong Are ada 99 kamar. Maka, jika ditotal jumlah kamar Rusunawa yang ada di Kota Mataram saat ini sebanyak 440 kamar. Ini masih belum bisa mengakomodir angka backlog di Kota Mataram saat ini. (ton/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post