Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Medana Lombok Utara Dapat Pendampingan Pengembangan Desa Wisata

nur cahaya • Minggu, 17 September 2023 | 13:50 WIB

Penandatanganan MoU kerja sama pendampingan pengembangan desa wisata, beberapa hari lalu.
Penandatanganan MoU kerja sama pendampingan pengembangan desa wisata, beberapa hari lalu.
LombokPost--Desa Medana di Kecamatan Tanjung menjadi salah satu desa wisata yang dipilih untuk mendapatkan pendampingan dari industri pariwisata. ”Desa Medana ini memang berpotensi,” kata Camat Tanjung Masjudin Ashari pada Lombok Post,  (15/9/23).

Ia menjelaskan desa wisata ini memiliki tiga destinasi unggulan. Antara lain Wisata Religi Makam Medana, Wisata Bahari Pantai Impos, dan Pantai Bintang. Serta memiliki produk unggulan yang khas antara lain olahan cemilan dari kacang mete dan juga ukiran lampu hias dari pipa bekas PVC dan masih banyak lagi. ”Peran pokdarwis dalam pengelolaan potensi alam pantai sudah cukup bagus,” jelasnya.

Beberapa Desa Wisata di NTB mendapat pendampingan berkelanjutan dari Pihak Industri Pariwisata. Ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dengan Association of Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) NTB dan pimpinan hotel juga direktur travel. Sebanyak sembilan GM hotel dan direktur travel agent bertemu dengan beberapa perwakilan desa wisata untuk menjalin kemitraan. Program yang difasilitasi Kemenparekraf tersebut merupakan bagian dari Kampanye Sadar Wisata 5.0.

Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf Florida Pardosi mengatakan ada beberapa desa wisata yang  kini mendapatkan pendampingan. Salah satunya Desa  Medana. ”Pokdarwis dan BUMDes yang ikut dari desa wisata Medana, Pusuk Lestari, Sekotong Barat, Gili Gede, Buwun Sejati, Senteluk serta lainnya,” jelasnya.

Ia pun memberikan apresiasi atas dukungan pihak industri pada pengembangan desa wisata di NTB. Semua harus berkolaborasi. ”Ini kami mengapresiasi komitmen rekan-rekan industri member AHLI NTB untuk melanjutkan pendampingan ke depan,” jelasnya.

Narasumber program pendampingan KSW 5.0 Kemenparekraf RI Ketut Suabawa menjelaskan program kemitraan bertujuan membangun kerja sama. Dihajatkan menguatkan dan memajukan kualitas destinasi wisata secara umum. Juga memajukan desa wisata sebagai bagian dari destinasi pada khususnya.

Industri pariwisata juga harus peduli pada pembangunan destinasi dimana usaha itu berada. Sehingga pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dapat diakselerasi berkat kolaborasi. ”Tentunya ini mendukung program pemerintah,” tambahnya.

Dari pihak industri diwakili GM Holiday Resort Lombok yang juga Ketua DPD AHLI NTB I Ketut M Jaya Kusuma. Dia menyampaikan komitmennya dalam memajukan destinasi pariwisata NTB. ”Tentu kami sangat senang dilibatkan dalam program ini, tamu-tamu yang menginap di hotel kami nantinya bisa menikmati paket wisata berbasis masyarakat untuk belajar budaya dan tradisi lokal setempat. Otomatis ini bisa mewujudkan harapan kami untuk memperpanjang masa tinggal dan kunjungan wisatawan di NTB,” kata dia. (nur/r9)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Gili Trawangan #Desa Wisata #Lombok Utara