Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bapelkes Mataram Berhasil Latih 4.490 Tenaga Kesehatan

Redaksi Lombok Post • Senin, 11 Desember 2023 | 00:03 WIB

MAKIN HANDAL: Pelatihan yang digelar Bapelkes Mataram Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan skill tenaga kesehatan di wilayah Indonesia Timur bagian tengah, belum lama ini.
MAKIN HANDAL: Pelatihan yang digelar Bapelkes Mataram Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan skill tenaga kesehatan di wilayah Indonesia Timur bagian tengah, belum lama ini.
LombokPost--Ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia Timur bagian tengah telah dilatih Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini menjadi capaian kinerja Bapelkes selama tahun ini,

”Alhamdulillah, Januari hingga Desember 2023 Bapelkes berhasil latih 4.490 orang nakes,” kata Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes Ali Wardana, pekan lalu.

Sebanyak 4.490 nakes tersebut merupakan pelatihan yang langsung digelar Bapelkes. Angka ini bisa bertambah jika menghitung program pelatihan, yang menjadi kerja sama Bapelkes dengan dinas terkait lainnya.

Ali mengatakan, ribuan nakes yang dilatih tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, hingga penanggungjawab program. Tersebar di wilayah kerja Bapelkes Mataram, sebagai UPT Kemenkes ke-7 di Indonesia Timur bagian tengah, dari Bali, NTB, NTT, Kupang, hingga Maluku.

Pelatihan yang dilaksanakan Bapelkes Mataram ada dua, yakni internal dan eksternal. Pelatihan eksternal digelar dan menggunakan anggaran dinas atau instansi lain. Peran Bapelkes sebagai penjamin mutu dari pelatihan tersebut, dengan menempatkan sejumlah staf sebagai pengendalinya.

Adapun untuk pelatihannya, Bapelkes telah menyelenggarakan sebanyak 14 kali dengan dibagi 4 kategori. Antara lain, pelatihan sistem ketahanan nasional, penyakit prioritas, pelatihan terakreditasi dan P2KASN.

Untuk pelatihan sistem ketahanan nasional terdiri dari 4 jenis, seperti Perkesmas, pelatihan gizi bencana dan pelatihan manajemen krisis. Kemudian pelatihan penyakit prioritas dengan 5 pelatihan, antara lain, deteksi dini payudara dan leher rahim; pelayanan paliatif kanker; pelayanan standar terpadu pada ibu hamil; pelatihan bagi petugas pelaksana deteksi dini hepatitis B; skrining bayi baru lahir bagi dokter, bidan, dan perawat di puskesmas.

Selanjutnya pelatihan terakreditasi terbagi menjadi 4 jenis. Antara lain pengembangan media pembelajaran, tenaga pelatih kesehatan; pengendali pelatihan; dan tenaga kesehatan haji kloter. Terakhir, P2KASN, ada dua pelatihan, seperti pengendali pelatihan dan public speaking.

Ali Wardana bersyukur dengan segala keterbatasannya, ia dan timnya mampu melaksanakan tugas dari Kementerian Kesehatan RI sebagai salah satu UPT termuda di Indonesia. ”Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan amanah sebagai satu-satunya Balai Pelatihan Kesehatan yang terakreditasi di NTB,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan kegiatan dan pelatihan yang terselenggara di wilayah kerja Bapelkes Mataram dari Bali hingga NTT, terlaksana atas kerja sama banyak pihak. Adapun kekurangan yang ada dapat segera diperbaiki untuk pencapaian mutu kegiatan dan pelatihan lebih berkualitas.

”Semoga kegiatan dan pelatihan yang dilaksanakan di masa mendatang lebih berkualitas lagi, baik pelatihan yang bersumber APBN, APBD, Dana Dekonsentrasi dan Dana DAK non fisik yang mulai tahun 2023 ini baru bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (dit/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #bapelkes #pelatihan