Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren, PMI Lombok Tengah Bergaji Rp 33 Juta Sebulan di Malaysia

Hamdani Wathoni • Jumat, 19 Januari 2024 | 05:34 WIB
CEK PMI: Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama H Edy Sopyan saat menengok para PMI asal Lombok yang bekerja di perkebunan sawit milik perusahaan FGV Lahad Datu Sabah Malaysia.
CEK PMI: Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama H Edy Sopyan saat menengok para PMI asal Lombok yang bekerja di perkebunan sawit milik perusahaan FGV Lahad Datu Sabah Malaysia.

LombokPost--Para pekerja migran indonesia (PMI) asal Lombok yang bekerja di perkebunan sawit milik perusahaan FGV Lahad Datu Sabah Malaysia membuat Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama (CRU) H Edy Sopyan kaget.

Bagaimana tidak, beberapa diantara mereka mendapatkan gaji per bulan yang bikin geleng kepala. 

"Ada PMI asal Lombok Tengah yang sudah bekerja lima tahun dapat gaji 9.600 ringgit dan 8.500 ringgit per bulan. Itu sama dengan Rp 33 juta dan Rp 29 juta," beber Edy, sapaannya. 

PMI bernama Andi tersebut diketahui bekerja borongan potong sawit. Edy sempat tak percaya dengan gaji Rp 33 juta per bulan yang didapatkan PMI tersebut dari perusahaan. Namun setelah melihat slip pembayaran gajinya, baru ia percaya.

"Saya juga kaget baru pertama liha resi gaji PMI tembus 9.000 ringgit lebih," akunya.

Hal ini menandakan kesejahteraan para PMI di Malasysia kini sudah jauh lebih baik. Standar gaji normal para PMI umumnya paling rendah RM 1.500. Setara dengan Rp 5 juta lebih.

Namun biasanya PMI yang baru tiba di perkebunan sawit biasa mendapat gaji Rp 6 sampai Rp 7 juta. Ketika ada yang mencapai Rp 33 juta, tentu ini hal yang tak biasa. Gaji tinggi disesuaikan dengan kemampuan kerja para PMI memotong buah sawit per bulannya.

"Karena sabar dan tekun, gajinya dari tahun ke tahun terus meningkat. Kami harapkan ini bisa jadi motivasi bagi yang lain," harapnya.

Dalam lawatan PT CRU ke FGV Lahad Datu Sabah, mereka juga melakukan kunjungan ke KBRI Kuala Lumpur sekaligus melaporkan hasil lawatan ketase Tenaga Kerja KBRI Malaysia di Kuala Lumpur.

Ia menyampaikan jika para PMI yang bekerja di perkebunan sawit sudah mendapatkan fasilitas yang lengkap dan bekerja dengan standar safety yang sudah diatur.

Mereka bekerja dari pukul 07.00 Wita pagi sampai pukul 05.00 Wita sore. "Kunjungan rutin kami ke PMI untuk mendengar keluh kesah dan apa yang menjadi aspirasi mereka. Ini kemudian kami tindak lanjuti agar mereka nyaman bekerja," ungkapnya.

Ia bersyukur, sejauh ini para PMI mendapatkan perlakuan yang layak dan nyaman dari perusahaan. Yang tak kalah penting, mereka bisa mendapatkan gaji yang terbilang cukup besar. Sehingga sepulang dari rantauan, mereka bisa meningkatkan kesejahteraan ekonominya dan keluarganya. (ton)

Editor : Kimda Farida