LombokPost-Pemerintah Desa (Pemdes) Tumpak merasa kecewa, lantaran janji perbaikan dan pelebaran jalan yang menghubungkan Desa Pengembur-Desa Tumpak urung dilakukan. Sementara masyarakat setempat sudah sukarela sebagian pekarangannya untuk memperbaiki jalan sepanjang enam Kilometer (Km) itu.
“Kami sudah dijanjikan (perbaikan jalan tahun ini,red) apalagi kondisi jalan menuju Pantai Mawun tersebut rusak parah dan memprihatinkan. Rencana itu tak kunjung direalisasikan,” ungkap Kepala Desa Tumpak Rosadi pada wartawan, Jumat (2/2).
Ia menuturkan, Pemda Loteng sudah berjanji akan melakukan perbaikan pada akhir tahun 2023. Namun tak kunjung diperbaiki. Parahnya lagi, pada tahun ini anggaran untuk memperbaiki jalan pintas wisata itu tidak ada.
Sementara satu sisi, masyarakat setempat secara sukarela memberikan lahan atau pekarangan mereka jika terkena dampak pelebaran dan perbaikan jalan.
Pada bulan September 2023 lalu, dirinya dipanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng yang menyampaikan jika jalan Pengembur-Tumpak diambil alih oleh pemerintah pusat untuk perbaikan jalan. Sehingga ia pun diminta untuk melengkapi persyaratan dan sudah dikirim ke pusat. Bahkan pihak terkait sudah turun lapangan untuk melihat kondisi jalan.
“Kami tidak tahu apa yang menjadi kendala jalan ini urung mendapat perbaikan,” sesalnya.
Rosadi berharap, apa yang menjadi keinginan awal Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri dimana meminta kepada masyarakat untuk tidak ada komplain terhadap masalah lahan sudah dipenuhi masyarakat.
Terlihat pada ketika pemdes memanggil para kepala dusun untuk menyampaikan kepada setiap warga untuk sukarela membebaskan lahan hingga satu meter. Ternyata respon positif masyarakat justru memberikan lebih, kisaran satu hingga dua meter. Bahkan ada yang rela merobohkan kios dagangan.
“Tapi apa sekarang, dibatalkan. Ini kan sama saja dengan mengkhianati hati masyarakat. Kita sudah siap, pemerintah janji akan dikerjakan, justru faktanya tidak,” tukas Rosadi.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Rahadian mengatakan, pihaknya sudah berusaha maksimal agar jalan Pengembur-Tumpak dapat dilakukan berdasarkan instruksi presiden (inpres). Tetapi dalam perjalanannya, perbaikan jalan batal dikerjakan dan pemerintah pusat lebih memilih memperbaiki jalan ditempat lain.
“Melalui Inpres ini sudah ACC dan sudah mau dikerjakan tahun 2023, tapi karena apa pertimbangannya malah didorong dikerjakan tahun 2024 dan dikompetisikan lagi malah tenggelam,” singkatnya. (ewi)
Editor : Rury Anjas Andita