Pemkot Mataram telah mengevaluasi. Alat untuk peremajaan pohon dan pendeteksi kekuatan pohon belum memadai.
”Sesuai arahan Pak Wali Kota Mataram (H Mohan Roliskana), kita butuh tenaga ahli kesehatan pohon,” kata Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Usulan tersebut sudah disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Tujuannya, untuk mengetahui kondisi pohon apakah masih bagus atau sudah keropos.
”Itu sebagai langkah antisipasi pohon tumbang,” ujarnya.
Usulan tersebut diupayakan untuk diakomodir. Agar bisa lebih cepat mengantisipasi pohon tumbang seperti yang terjadi Selasa (20/2) lalu.
”Demi kepentingan dan keselamatan masyarakat,” kata dia.
Tenaga ahli kesehatan pohon itu nantinya bekerja mengecek kondisi pohon. Mereka bisa memperkirakan bagaimana kekuatan pohon.
”Seberapa lama masih bertahan,” kata dia.
Termasuk juga melihat akar dan keadaan batang pohon. Apakah keropos atau masih kuat.
“Sehingga ketika diterpa angin pohon tersebut dapat menahannya,” kata dia.
Jika memang tidak memungkinkan sudah tua dan keropos. Dianggap dapat membahayakan, harus segera ditebang.
”Kalau memungkinkan ahli mengatakan harus ditebang, maka harus kita lakukan penebangan,” ujarnya.
Namun, yang perlu diperhatikan bukan hanya mengenai penebangannya. Yang dipikirkan juga penggantinya.
“Sehingga keseimbangan alam tetap terjaga di Kota Mataram,” kata dia.
Kepala DLH Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, untuk antisipasi pohon tumbang untuk sementara terus dilakukan peremajaan. Meskipun dengan peralatan yang terbatas.
”Kalau yang pohon terlalu tinggi kita lakukan secara manual,” kata Denny.
Saat ini, DLH memang tidak memiliki alat pendeteksi kekuatan pohon.
”Memungkinkan kita akan adakan tahun ini,” kata dia.
Alat tersebut saat ini sangat dibutuhkan. Tujuannya untuk mendeteksi kekuatan pohon.
”Apakah memungkinkan ditebang atau hanya dilakukan peremajaan saja,” kata dia. (arl/r3)
Editor : Marthadi