Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

"Naga" Loang Baloq, Tampang Sangar tapi Suka Sayuran

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 25 April 2024 | 11:05 WIB

BESAR: Tamrin memperlihatkan koleksi iguana milik mini zoo taman Loang Baloq, Kota Mataram.
BESAR: Tamrin memperlihatkan koleksi iguana milik mini zoo taman Loang Baloq, Kota Mataram.

Jika punya waktu luang sempatkan bermain ke Taman Loang Baloq. Di waktu pengunjung bisa melihat naga versi dunia nyata.

 -----

NAGA dalam budaya timur mirip kadal. Berkaki empat dengan ekor panjang. Yang membedakan hanya kepalanya yang terlihat garang atau sangar.

Di cerita lain, naga kerap dicitrakan sebagai ular, tapi tetap punya kaki empat. Istilah “ular naga” ketika digambarkan bentuk tubuhnya yang panjang. Namun hal ini sekali lagi menegaskan citranya sebagai reptil.

Bahkan, komodo juga disebut naga. Padahal penampakan kepala, tak mencerminkan karakter garang.

Ada satu lagi marga kadal yang kerap dianggap sangat mirip naga. Kepalanya sangar walaupun makannya cuma sayuran: iguana.

“Kami saat ini baru punya satu koleksi pejantan, semoga nanti bisa kita lengkapi dengan betina,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Samudra, Taman Loang Baloq, Tamrin pada Lombok Post, kemarin (23/4).

Satu-satunya koleksi iguana itu didapat dari kawasan Senggigi, Lombok Barat. Panjangnya sekitar satu meter. Bobot atau berat empat kilogram.

“Usianya sudah delapan tahun,” tuturnya.

Naga imut ini tentu saja tidak punya kekuatan mistis seperti kisah yang identik tentang naga. Ia tipikal reptil anteng atau tidak agresif.

Makanan utamanya sayuran. “Paling disukainya adalah kecambah, dia tidak butuh waktu lama menghabiskan sepiring,” tuturnya

Walau tidak agresif, sebagaimana hewan umumnya, bila merasa terancam bisa menyerang. Bukan hanya giginya yang berbahaya, iguana memiliki tulang rahang dan otot yang sangat kuat.

Giginya dapat menjepit dan berakibat luka sobekan parah bila terkena tubuh. Gigitannya mengandung bakeri salmonella. Inilah yang membuat reptil ini berbahaya.

“Ini hewan yang sulit kita dapat, dibanding satwa lain,” imbuhnya.

Tamrin mengatakan, iguana di mini zoo Taman Loang Baloq, belum sepenuhnya jinak. Namun pengunjung bisa datang untuk melihat dan berfoto dengan jarak aman.

“Kami sangat ingin melengkapi pasangannya, jantan-betina agar bisa berkembang biak dan iguananya bahagia. Tidak stres,” ucapnya.

Kondisi lingkungan tempat tinggal iguana membutuhkan tempat representatif. Ia sangat berharap, pemerintah bisa membantu menyiapkan mini zoo lebih luas.

“Di sebelah utara, ada lahan sekitar 20-30 are, itu bagus sekali jadi mini zoo dan kita bisa menambah koleksi dengan kijang,” ucapnya.

Saat ini terdapat 50 koleksi binatang di mini zoo Loang Baloq. Paling banyak kelompok unggas, lalu ular, hingga kuda. “Kami punya kuda, ada juga ular piton, dan berbagi jenis burung seperti gelatik. Ada juga ayam mutiara,” terangnya.

Berbagai koleksi itu dikeluarkan bergiliran. Hal ini dikarenakan terbatasnya lahan mini zoo taman Loang Baloq saat ini.

“Kalau lahannya lebih luas, tentu kami bisa mengusahakan mendatangkan hewan langka lainnya untuk para pengunjung,” ucapnya. 

Untuk melihat iguana dan koleksi lainnya, warga bisa datang langsung ke Taman Loang Baloq. Pengunjung hanya perlu membayar karcis masuk dan sudah bisa menikmati keindahan taman dan menyaksikan hewan langka.

“Tantangan kami memang kondisi alam. Keberadaan taman yang dekat dengan alam pantai membuatnya rentan terhadap perubahan suhu dan kandungan garam udara,” ucapnya.

Hewan yang rentan terhadap angin pantai, lebih cepat sakit. Beberapa di antaranya mati karena tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan.

“Karena itu kami ingin punya mini zoo lebih luas, supaya terbentuk habitanya,” ucapnya.

Di tengah berbagai tantangan itu, “naga” iguana masih bisa bertahan terhadap kondisi taman. Selain karena makanan tercukupi, sekali waktu iguana dilepas untuk bisa mendapatkan kebebasannya.

“Kita lepas untuk cari makanannya sendiri, tentu tetap dengan pengawasan pawangnya agar tidak kabur dan hilang,” ucapnya. (*)

 

 

Editor : Kimda Farida
#Loang Baloq #iguana #pokdarwis #ular #koleksi #kijang #mini zoo #Mataram #kadal #naga