Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kolaborasi Apik, Kodim 1615/Lotim dan Dikbud Lotim Gelar Gernas Tastaka

Yuyun Kutari • Minggu, 12 Mei 2024 | 07:12 WIB
Foto bersama pihak terkait saat menggelar Gernas Tastaka di SMPN 1 Selong, Lotim, Jumat (10/5/2024).
Foto bersama pihak terkait saat menggelar Gernas Tastaka di SMPN 1 Selong, Lotim, Jumat (10/5/2024).

LombokPost-Kodim 1615/Lombok Timur (Lotim) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim menggelar Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di SMPN 1 Selong, Lotim, Jumat (10/5/2024).

Gernas Tastaka yang dibuka oleh Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kasrem 162/WB Kolonel Inf Kolonel Czi I Gusti Putu Dwika, dan dihadiri oleh Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Kepala Dinas Dikbud Lotim Izuddin, Waka Polres Lotim, pihak Kejari Selong berlangsung selama dua hari.

Kasiter Kasrem 162/WB Kolonel Inf Kolonel Czi I Gusti Putu Dwika menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja sama yang bagus antara Kodim dan Dinas Dikbud Lotim yang telah berupaya untuk membangkitkan semangat pendidikan khususnya mata pelajaran matematika bagi anak-anak SD dan Madrasah Ibtida’iyah (MI), dengan harapan timbulnya kecintaan dan minat belajar matematika sejak dini.

Perkembangan teknologi dan informasi di era digitali sekarang ini akan berdampak kepada kita semua terutama anak-anak. “Ini menjadi tantangan bersama untuk merubah dan meningkatkan pola pikir anak untuk memanfaatkan secara positif khususnya dalam meningkatkan kecerdasan anak,” terangnya.  

Lebih lanjut, Alumnus Akademi Militer (Akmil) 1999 itu menjelaskan pemberatasan buta Matematika sebagai salah satu upaya bersama untuk membentuk pola pikir anak-anak sejak usia dini, agar tertanam dalam benaknya senang belajar matematika, sehingga dapat menjadi bekal mereka kedepan dalam melanjutkan pendidikan ke jejang berikutnya.

“Kami juga mengimbau untuk bersama-sama baik Babinsa dan guru menjadi patriot pendidikan yang berjuang demi kecerdasan generasi muda, sebagai generasi penerus bangsa yang bisa membawa Indonesia emas pada 2045,” jelasnya.

Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Suzuri Azis mengatakan dalam Gernas Tastaka ini melibatkan TNI karena salah satu tugas pokok TNI yang diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 membantu masyarakat untuk menyiapkan kekuatan pertahanan di wilayah.

Menurutnya, TNI terutama Babinsa hadir dalam masyarakat untuk melatih berpikir dan menemukan solusi terhadap setiap masalah.

“Karena pelajaran matematika selama ini dianggap menjadi momok bagi peserta didik, sehingga melalui kegiatan Gernas Tastaka ini akan diberikan pelatihan untuk diimplementasikan kepada peserta didik,” jelasnya.

Kepala Dinas Dikbud Lotim Izuddin mengatakan bahwa salah satu tujuan digelar kegiatan ini untuk penguatan literasi bagi para guru, dan juga Babinsa yang ada di jajaran Kodim 1615/Lotim, yang setiap saat berada ditengah-tengah masyarakat.

Adapun peserta yang mengikuti Gernas Tastaka sebanyak 120 orang dari seluruh kecamatan se Lotim, terdiri dari guru dan Kepala Sekolah serta 22 orang Babinsa yang mewakili masing-masing Koramil.

“Untuk itu, saya meminta agar seluruh peserta mengikuti Gernas Tastaka dengan sungguh dan disebarluaskan kepada tenaga pendidik yang lain sehingga out put dari kegiatan tersebut langsung bisa dimanfaatkan dan dirasakan oleh peserta didik,” tegasnya. (yun)

Editor : Redaksi Lombok Post
#gerakan nasional #Dikbud #Lombok Timur