LombokPost-Indonesia Investment Forum 2024 yang digelar di Tokyo membuahkan hasil signifikan. Setidaknya ada enam kesepakatan investasi yang sebagian besar berfokus pada sektor energi.
Salah satu kesepakatan utama adalah kerja sama pengembangan proyek sistem penyimpanan energi baterai antara Gotion Japan, Wiraraja Indonesia, Dravara Investama, dan Greenbank Japan.
”Dalam kegiatan tersebut, tahun ini ada satu proyek dari Provinsi NTB yang lulus kurasi. Yaitu PLTS 20 megawatt di Pulau Lombok,” kata Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB Niken Arumdati usai mengikuti Indonesia Investment Forum 2024 di Tokyo.
Kegiatan yang mengusung tema Accelerating Sustainable Investment in Indonesia ini diselenggarakan Kedutaan Besar RI Tokyo, Bank Indonesia, dan Kementerian Investasi/BKPM. ”Forum ini merupakan bagian dari promosi terpadu Trade, Tourism, and Investment (TTI) 2024 dan dihadiri oleh 100 calon investor,” jelasnya.
Forum ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menarik investasi berkelanjutan dan memajukan sektor energi terbarukan. Sekaligus memberikan peluang bagi berbagai provinsi untuk memamerkan proyek-proyek inovatif kepada investor internasional.
Niken Arumdati mengungkapkan, Indonesia Investment Forum merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan berbagai stakeholders.
”Kami mengapresiasi dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB terhadap pengembangan energi terbarukan, termasuk partisipasi dalam forum tersebut,” katanya.
Sebelumnya, pada Indonesia Investment Forum 2023 yang digelar di Tokyo, ada tiga proyek dari Provinsi NTB yang lulus kurasi. Yaitu proyek biomassa, PLTS, dan PLT Bayu atau pembangkit listrik tenaga angin.
Khusus untuk Provinsi NTB, ada satu proyek yang lulus kurasi yakni PLTS 20 megawatt di Pulau Lombok. Selain itu, terdapat lima proyek lain dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, dan Sulawesi Selatan yang juga lulus kurasi dan dipresentasikan.
”Selain presentasi, juga dilakukan pertemuan bisnis atau business matching dengan tujuh calon investor yang tertarik. Di mana satu di antaranya telah setuju melakukan penandatanganan perjanjian Letter of Intent (LOI)," kata Niken. (lil)
Editor : Haliludin