Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Batal Warna Hijau Giok, Kota Tua Ampenan Akan Dicat Krem

Suharli • Senin, 9 September 2024 | 13:56 WIB
BAKAL DIPERCANTIK: Sejumlah kendaraan melintas di simpang lima Ampenan, Minggu (8/9). Di kawasan tersebut bakal diperindah dengan mempertahankan keaslian bangunan lama Kota Tua Ampenan.
BAKAL DIPERCANTIK: Sejumlah kendaraan melintas di simpang lima Ampenan, Minggu (8/9). Di kawasan tersebut bakal diperindah dengan mempertahankan keaslian bangunan lama Kota Tua Ampenan.

LombokPost--Bangunan-bangunan tua di sepanjang Jalan Pabean, Ampenan bakal diperindah pekan ini. Wilayah Kota Tua Ampenan itu bakal dicat dengan tetap mempertahankan keasliannya.

”Pihak dari sponsor yang akan mengecat. Bakal melakukan pengecatan pekan ini,” kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Pemkot Mataram sudah memperbaiki beberapa tembok bangunan tua yang keropos.

Selain itu, beberapa tembok sudah diputihkan, sebagai dasar pengecatan.

”Nanti kita pilih warna krem. Tidak jadi warna hijau giok,” terangnya.

Tujuan dipilih warna krem agar terlihat lebih soft. Enak dipandang dan memberikan kesan lebih luas.

”Cat yang warna krem sudah disiapkan semua dari pihak sponsor,” kata dia.

Wilayah Kota Tua Ampenan itu bakal menjadi salah satu destinasi wisata Kota Mataram. Kawasan eks pelabuhan memiliki nilai sejarah.

”Di dekat pantai itu juga kini sudah ada bekas bank milik Belanda,” ujarnya.

Pemkot Mataram berupaya membebaskan lahan bangunan tersebut. Rencananya, akan dijadikan sebagai museum.

”Saya sudah masuk ke dalam. Masih banyak tersimpan brankas tua yang dijadikan sebagai tempat menyimpan uang,” kata Mohan.

Benda-benda seperti itu bisa menjadi barang yang harus disimpan. Sebagai, bentuk catatan sejarah yang dapat memberikan edukasi ke masyarakat kedepannya.

”Banyak benda-benda bersejarah lainnya milik Kota Mataram yang bisa disimpan di museum itu nantinya,” kata dia.

Saat ini, Kota Mataram tidak hanya mengandalkan destinasi wisata pantai. Yang perlu ditonjolkan juga adalah destinasi wisata budaya dan religi.

”Kita tidak seperti daerah lain yang memiliki pegunungan dan garis pantai yang panjang. Jadi, kita mesti memperkuat karakter budaya masyarakat kita,” kata Mohan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning menambahkan, perbaikan bangunan di Jalan Pabean itu sudah selesai. Tinggal dicat.

”Ada juga kita tambahkan ornamen dan aksesoris lainnya,” kata Lale.

Seperti penambahan bola-bola lampu, dan penambahan meja. Yang dijadikan sebagai tempat istirahat bagi pengunjung.

”Kalau di desainnya sangat bagus. Kalau penyediaan kursi itu akan ditata seperti yang ada di Jalan Pejanggik,” terangnya.

Camat Ampenan Muzakir Walad mengatakan, warga sangat mendukung upaya Pemkot Mataram untuk mempercantik kawasan Kota Tua Ampenan.

Masyarakat akan melihat Kota Tua menjadi lebih modern dan tertata rapi.

”Perbaikan yang sudah dilakukan Pemkot Mataram menjadi tonggak untuk kemajuan ekonomi masyarakat Ampenan,” kata Muzakir.

Dia mengatakan, dahulunya Ampenan menjadi pusat perekonomian masyarakat Mataram. Semua dari kalangan pebisnis ada di Ampenan.

“Dengan perbaikan yang dilakukan ke depan, Ampenan bisa kembali menjadi pusat ekonomi di Mataram,” harapnya. (arl/r3) 

 

Editor : Kimda Farida
#Pemkot Mataram #kota tua ampenan