LombokPost--Ratusan motor gede (moge) jenis Harley Davidson dijadwalkan akan mengikuti touring panjang pada 8-11 Mei 2025 mendatang.
Acara yang dihelat HOG Anak Elang Jakarta Chapter “5th Official Journey” ini salah satunya akan mengunjungi Lombok.
Hal ini diungkap Henrikky Manulang, Ketua Bidang VIII (Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Infokom) BPD HIPMI NTB.
Dipilihnya Lombok karena dinilai daerah ini memiliki kawasan wisata berkelas dunia.
Dikatakan Henrikky, Touring HOG Anak Elang Jakarta Chapter “5th Official Journey” berlangsung selama 4 hari.
Start dari Jogjakarta-Pantai Soge-Trenggalek-Dampit-Lumajang-Jember-Ketapang-Gilimanuk-Lovina-Kintamani-Padangbai-Lembar-Senggigi-Sembalun-Mandalika dan kemudian kembali ke Jakarta.
"Lombok mendapat jadwal kunjungan pada hari ke 3 yakni 11 Mei 2025, diperkirakan lebih dari 100 moge Harley Davidson akan datang ke Lombok serta menginap dan melakukan gathering Night Party di Pullman Hotel Mandalika," ungkap Henrikky.
Ditambahkan pengusaha yang hobi mengendarai moge ini, jika dirinya bersama tim panitia touring pada Rabu (16/4) kemarin telah melakukan survei rute yang akan dilalui.
Pihak panitia juga telah melakukan meeting bersama GM MBC Mandalika Beach Club Alessandro Molini untuk mempersiapkan tamu-tamu pecinta moge ini.
Menariknya, dua pengurus BPD HIPMI NTB yang baru dilantik 11 April 2025 kemarin, yakni Henrikky dan Yoko ikut ambil bagian dan mensupport secara langsung di acara tersebut.
"Termasuk 9 orang lainnya dari group HDC Mandalika NTB dan BBL Big Bike Lombok juga turut hadir dan join dalam acara touring nasional tersebut," tambah Henrikky.
Henrikky menilai, event nasional ini sangat memberi multiplier effect yang cukup signifikan bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat disepanjang jalur lintasan touring HOG, termasuk hotel tempat peserta menginap.
"Perputaran uang diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar dalam semalam di Lombok, itu hanya dari akomodasi dan makanan tempat mereka menginap," ungkap Henrikky.
Mengenai rute lintasan yang akan dilalui peserta touring, sedikit ada perubahan karena kondisi jalan yang rusak.
Dari Sekotong menuju Mekaki kondisi jalan memang mulus, namun ketika memasuki kawasan Mekaki Hills, banyak tanaman liar hampir menutup jalan raya utama.
Parahnya lagi, dari Mekaki Hills menuju Kuta jalannya semakin rusak sangat parah sehingga tidak memungkinkan motor besar untuk lewat.
"Rute touring tadinya mau lewat Sekotong dan Mekaki, tapi berhubung jalanan banyak tertutup tanaman liar tidak terawat di Mekaki dan banyak jalan yang rusak (sesudah Mekaki menuju Praya/Kuta) hingga satu kilometer, maka kemungkinan besar rute jalur ini kita batalkan," ucap Henrikky yang juga mengajak sang istri turut serta dalam touring panjang HOG ini.
Sehingga jalur rute touring dialihkan menjadi Lembar - Bypass - Praya - Sembalun - Senggigi - Hotel Pullman.
Selaku Ketua Bidang VIII (Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Infokom) BPD HIPMI NTB, Henrikky sangat berharap, Gubernur NTB turun tangan langsung membereskan fasilitas jalan raya antara Mekaki ke Praya atau Mekaki ke Kuta yang rusak.
Pasalnya, areal tersebut merupakan area paling sering dikunjungi wisatawan-wisatawan yang datang dari dalam maupun luar negeri, termasuk oleh komunitas touring. (ksj)
Editor : Kimda Farida