Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akui Saja, Urusan yang Satu Ini Mataram Kalah Telak dari Lombok Tengah

Prihadi Zoldic • Jumat, 23 Mei 2025 | 07:32 WIB
Pilot paralayang sedang mencoba venue Sky Lancing, Lombok Tengah yang digunakan sebagai lokasi event PGAWC.
Pilot paralayang sedang mencoba venue Sky Lancing, Lombok Tengah yang digunakan sebagai lokasi event PGAWC.

 

LombokPost - Kota Mataram merupakan satu-satunya daerah otonom berstatus kota di Pulau Lombok. Selebihnya adalah kabupaten, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. 

 

Kota Mataram juga ibu kota Provinsi NTB. Sekaligus merupakan pusat ekonomi, dan kota pelajar. 

 

Penduduknya tidak banyak, luas wilayahnya tergolong kecil. Menjadikan Kota Mataram memiliki sejumlah keunggulan dibanding kabupaten lain di Pulau Lombok, juga Pulau Sumbawa. 

Tak heran, Kota Mataram memiliki banyak keunggulan dibandingkan empat kabupaten lain di Pulau Lombok. Juga dibandingkan satu kota dan empat kabupaten di Pulau Sumbawa. 

 

Namun tak selamanya Kota Mataram selalu lebih unggul alias dominan atas daerah lainnya. Untuk urusan yang satu ini misalnya, Mataram harus mengakui keunggulan Kabupaten Lombok Tengah. 

 

Apa itu? Ini soal Lombok dan Sorotan Dunia: Kejuaraan Dunia Paralayang yang Membanggakan Indonesia. 

Langit Sky Lancing di Lombok Tengah  menjadi panggung utama dunia pada 22–25 Mei 2025. Di sana, 47 atlet dari delapan negara, termasuk Prancis, Korea Selatan, Tiongkok, hingga Arab Saudi tengah menari di udara.

 

Menunjukkan ketepatan dan ketangkasan dalam ajang prestisius Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) Seri 3. "Namun lebih dari sekadar kompetisi, ini adalah kisah tentang bagaimana Lombok semakin memantapkan posisinya sebagai ikon sport tourism global," kata pemerhati pariwisata Taufan Rahmadi.

 

Dikatakan Taufan Rahmadi, masuknya Sky Lancing dalam kalender resmi Federation Aeronautique Internationale (FAI) bukanlah kebetulan. Melainkan pengakuan internasional atas kualitas lanskap, infrastruktur, dan keamanan yang dimiliki Lombok, terutama Lombok Tengah. Soal alam yang indah, Kota Mataram memang harus "suwun" dengan Kabupaten Lombok Tengah. 

Diterangkan Taufan Rahmadi, turnamen ini hanya dihelat di lokasi-lokasi terbaik dunia, dan kini, Lombok berada di antaranya. "Ini adalah penguatan brand destinasi kelas dunia, pengingat bahwa Indonesia memiliki lebih dari sekadar keindahan, tetapi juga kredibilitas," jelasnya. 

 

PGAWC membawa dampak nyata. Diperkirakan lebih dari 300 peserta, ofisial, dan wisatawan hadir, menggerakkan roda ekonomi lokal hingga Rp15 miliar. Hotel penuh, restoran sibuk, UMKM lokal bergeliat, dan produk budaya NTB tampil di panggung global.

Peserta Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2025 nanti akan meramaikan Sky Lancing Lombok Tengah.
Peserta Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2025 nanti akan meramaikan Sky Lancing Lombok Tengah.

Lombok Tengah memang unggul telak dibandingkan Mataram untuk urusan yang satu ini. Yang lebih dahsyat, promosi organik melalui media sosial para atlet dan pemberitaan internasional akan menjangkau jutaan pasang mata di luar negeri, membentuk citra Lombok sebagai tempat di mana langit, laut, dan budaya berpadu sempurna.

Tak kalah penting, event ini membuka jalan lahirnya generasi paralayang baru. Ajang ini bukan hanya soal mendarat tepat, tapi tentang bagaimana Indonesia tepat membaca peluang menyelaraskan olahraga, ekonomi, dan diplomasi destinasi.

 

PGAWC adalah panggung prestasi di mana wisatawan akan menyaksikan langit Lombok, khususnya Lombok Tengah berubah menjadi kanvas warna-warni. Tempat di mana adrenalin, keindahan, dan harapan mengangkasa bersama.

 

Dari Sky Lancing, dunia kini memandang Indonesia bukan hanya sebagai tujuan, tetapi sebagai inspirasi. "Wisatawan akan merasakan getaran dunia yang berpadu dengan keindahan Pulau Seribu Masjid dari atas dataran yang konon ceritanya menjadi tempat bermainnya sang legenda Putri Mandalika (Lombok Tengah)," tutup Taufan Rahmadi. 

Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) Seri Ketiga tahun 2025 yang digelar di Sky Lancing, Lombok Tengah, tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga merangkul unsur budaya dan pariwisata. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, dalam acara pembukaan pada Kamis (22/5).

PGAWC 2025: Sejumlah paraglider terbang malam pada ajang Sky Lancing Paragliding di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Loteng, beberapa waktu lalu.
PGAWC 2025: Sejumlah paraglider terbang malam pada ajang Sky Lancing Paragliding di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Loteng, beberapa waktu lalu.

“Idenya adalah memberikan kesempatan untuk para partisipan dari 9 negara tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga menikmati pemandangan, kebudayaan serta suasana kehidupan warga sekitar,” ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal. 

 

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa meski pun kegiatan ini bukan hal baru, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian serius dengan menambahkan nuansa budaya dan pariwisata. Ia berharap kombinasi ini dapat menciptakan cerita positif yang tersebar dari mulut ke mulut, mendorong wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung ke Lombok. (yuk/r6) 

Editor : Prihadi Zoldic
#Lombok Tengah #Taufan Rahmadi #skylancing #paragliding #Mataram #Lalu Muhamad Iqbal #Lombok